Aksi Tolak Habib Rizieq Shihab Terjadi di Solo

0

SOLO, Teritorial.com – Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Warga Kota Solo (AWKS) menggelar aksi di Gladag. Dalam aksinya itu, para peserta aksi secara terang-terangan menolak kehadiran Habib Rizieq di Kota Solo. Mereka bertekad dan berani menghadapi resiko apapun atas penolakan tersebut.

Korlap AWKS, BRM Kusumo Putro SH MH dengan berapi-api berorasi mengajak para pengunjuk rasa untuk menolak Habib Rizieq jika datang ke Solo untuk melakukan safari revolusi akhlaq. Kedatangan Habib Rizieq dari Arab Saudi ke Indonesia, kata Kusumo, menimbulkan kegaduhan. “Daerah lain pada menolak Habib Rizieq. Disini kita serukan menolak kehadiran Habib Rizieq jika melakukan kegiatan di Solo,” tegas Kusumo berapi-api dalam orasinya.

Para peserta demo pun sanggup menghadapi resiko jika penolakan tersebut mendapat perlawanan.

”Jika Habib Rizieq hadir di solo, kita tolak. Setuju kata Kusumo yang kemudian diikuti setuju secara serentak oleh para peserta demo.”

Seiring berjalannya aksi, puluhan petugas kepolisian datang ke lokasi menghimbau agar para peserta aksi membubarkan diri karena rawan terhadap penyebaran virus covid-19. Kerawanan penyebaran virus corona terjadi karena kerumunan peserta aksi yang cukup banyak tanpa jaga jarak aman.

Aksi menolak Habib Rizieq datang ke Solo yang disertai pengibaran ratusan bendera merah putih serta beberapa peserta aksi membawa sejumlah poster yang bertuliskan menolak Rizieq Shihab datang ke Kota Solo meski berjalan tertib, namun tetap dibubarkan petugas. Sebab aksi tersebut tidak ada izin dari pihak kepolisian.

Namun Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak yang datang untuk menemui peserta aksi memberikan waktu beberapa menit bagi peserta aksi untuk menyatakan pernyataan sikap. Tak lama kemudian Kusumo Putro membacakan pernyataan sikap dan diikuti peserta aksi.

Beberapa poin pernyataan sikap, diantaranya peserta aksi menolak pada Habieb Rizieq, bukan berarti anti Islam. Adapun warga Kota Solo selama ini hidup berdampingan secara harmonis tanpa membeda bedakan suku, agama, ras, antar golongan.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengemukakan, dibubarkannya aksi untuk menerapkan protokol kesehatan. Mereka berkerumun lebih dari seratus orang tanpa jaga jarak dan aksinya tanpa izin dari kepolisian.

“Mengingat, jumlah warga terkonfirmasi juga meningkat masif maka aksi tersebut harus dibubarkan. Langkah ini kami lakukan untuk menghindari penyebaran covid-19,” jelas Perwira Menengah Berpangkat Melati Tiga dipundak itu. (Mahendra)

Share.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: