Satgas Ajak Dialog Petani KJA untuk Sukseskan Program Citarum Harum

0

Purwakarta, Teritorial.com – Dalam rangka menyukseskan program Citarum Harum, Stagas 14 Jatiluhur Purwakarta melakukan Komunikasi Sosial (komsos) bersama para petani Keramba Jaring Apung (KJA) yang ada di perairan Danau Jatiluhur Purwakarta.

Menurut keterangan dari Dansektor 14 Satgas Citarum Harum, Kolonel Kav. Purwadi, kegiatan tersebut dilakukan dengan kelompok petani KJA dari zona 5 Kampung Tegalaja Desa Sindanglaya, Kecematan Sukatani.

“Dengan melakukan komsos kami bisa memberikan pemahaman secara kelompok ataupun personal, terkait pentingnya program Citarum Harum,” ujarnya. Selasa (16/7/19).

Ia menyampaikan, Jatiluhur masuk ke dalam sektor 14, yang paling menonjol di sektor ini adalah permasalahan KJA.

Diduga dengan adanya KJA yang semakin menjamur di kawasan Sungai Citarum menyebabkan terjadinya sedimentasi akibat pakan ikan yang tidak dimakan dan mengendap di dasar sungai. Selain itu bau tak sedap dari pakan ikan tersebut juga menyebabkan kualiatas air menurun.

“Seperti diketahui, kami terus menyisir setiap zona untuk melakukan komsos bersama para petani lokal, untuk mensukseskan program Citarum Harum. Melalui komsos seperti ini kami akan memberikan pengertian secara persuasif dan kami menerima masukan langsung dari petani KJA” katanya.

Purwadi menegaskan kepada para pemilik dan petani Ikan bahwa pada program Citarum Harum tersebut mereka tidak akan meniadakan KJA sama sekali (Zero KJA) dan hanya membatasi jumlah KJA yang ada untuk mengurangi pencemaran di Sungai Citarum.

Agar tidak ada kekeliruan pada saat proses penertiban, Purwadi juga menghimbau agar  para petani KJA bisa jujur terkait jumlah kolam yang dimiliki.

“Benar tidak KJA itu miliknya atau hanya titipan, nah kami satgas 14 butuh kejujuran dari para petani KJA, supaya tidak ada kekeliruan penertiban, mana milik petani lokal dan mana KJA titipan,” ucapnya.

Perwakilan petani KJA, Dadang (52) mengapresiasi cara-cara persuasif yang dilakukan TNI terkait penertiban tersebut.

“Ada stigma negatif di antara petani KJA ketika mendengar istilah satgas. Namun, apa yang disampaikan Dansektor 14 kali ini mudah diterima para petani. Formatnya silaturahmi, bahkan ada dialog dan mendengarkan masukan langsung dari para petani,” ucapnya.

Dadang yang telah mejadi petani KJA selama puluhan tahun ini, juga menegaskan pada prinsipnya para petani KJA mendukung program Citarum Harum.

“Saya berharap kedepannya bilamana program ini selesai kolam milik petani lokal seperti saya ini disertifikasi, intinya supaya memiliki legalitas hukum,” pungkasnya.

 

Share.

Leave A Reply

%d blogger menyukai ini: