Sempat Janjikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia diatas 7%, Jokowi Harus Lunasi di Periode ke-2

0

Teritorial.com – Ekonom Senior Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Didik J Rachbini mengatakan bahwa agenda ekonomi masa pemerintahan Joko Widodo perlu diperkuat di beberapa sektor. Karena jika dilihat secara makro sasaran pertumbuhan ekonomi selama 4,5 tahun kepemimpinan Jokowi ternyata masih belum tercapai

“Sasaran pertumbuhan ekonomi 7-8 persen tidak terwujud sehingga ekonomi Indonesia merangkak hanya pada tingkat 5 persen,” kata Didik. Menurut Didik terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

1. Pertumbuhan ekonomi diperlukan untuk menarik anak muda ke pasar kerja
Menurut Didik, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai hingga 5 persen memang relative lebih tinggi dibandingkan negara-negara maju yang sudah maturity dan tidak bisa tumbuh lebih tinggi lagi.

Namun, untuk menarik golongan muda yang masuk pasar kerja, kelompok pengangguran dan setengah pengangguran yang ada, maka pertumbuhan ekonomi yang tinggi sangat diperlukan bagi Indonesia

“Ini adalah janji kampanye periode lalu dan secara resmi ada di dalam RPJMN. Hampir keseluruhan tidak terwujud. Dengan kritik kita, periode kedua tidak bolek lagi menjalankan kebijakan populis yang tidak targeted,” ujarnya.

2. Target inflasi perlu dilanjutkan agar ekonomi makro stabil
Nilai inflasi yang berhasi mencapai sasaran dan target dengan baik, menurut Didik perlu
dipuji dan perlu dilanjutkan agar ekonomi makro tetap stabil seperti sekarang. Namun Didik mengharapkan pemerintah juga memperhatikan target-target lainnya yang masih belum tercapai.

“Tetapi banyak target yang lain gagal dicapai, seperti nilai tukar rapuh, cadangan devisa jauh dari sasaran, dan lain-lain,” katanya.

3. Tingkat pertumbuhan ekonomi perlu didongkrak
Agenda utama pemerintah dalam bidang ekonomi adalah memastikan Indonesia tidak tumbuh lemah pada tingkat moderat saja, hanya 5 persen. Sebab, untuk menggiring masuk jumlah pengangguran penuh dan terselubung masuk lapangan kerja yang produktif dan berkualitas, tingkat pertumbuhan sebesar itu tidak cukup.

“Mendongkrak tingkat pertumbuhan dari 5 persen ke 6,5 persen atau 7 persen seperti janji kampanye sangat penting dan harus menjadi sasaran utama agar Indonesia lepas dari jebakan middle income,” ujar Didik.

4. Sektor industri, pertanian, dan pariwisata perlu diperkuat
Didik menyarankan agar pemerintah membuat sebuah kebijakan yang dapat memperkuat sektor-sektor utama yang punya pengaruh besar terhadap ekonomi dan sosial seperti sektor industri, pertanian, pariwisata.

Dengan meningkatkan sektor-sektor tersebut maka pertumbuhan ekonomi juga diharapkan bisa melebihi 5 persen untuk mendukung cita-cita Indonesia agar dapat masuk ke dalam jajaran negara ekonomi besar ke-10 atau ke-5 di dunia beberapa dekade mendatang.

Share.

Leave A Reply

%d blogger menyukai ini: