150 Pasis Seskoal Ikuti Kuliah Kerja Pembangunan di Komisi I DPR

0

Jakarta, Teritorial.Com – 150 Perwira Mahasiswa (Pasis) Dikreg Seskoal Angkatan ke-57 TA 2019 melaksanakan kunjungan ke Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Kamis (21/03). Berada dihadapan para senator, Pasis dibekali materi berjudul “Peningkatan Anggaran Pembangunan Kekuatan TNI AL Guna Mendukung Pertahanan Negara Dalam Rangka Mewujudkan Pembangunan Nasional”.

Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Laksamana Muda TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.C. di Ruang Abdul Muis Gedung DPR. Rombongan yang terdiri dari 150 Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-57 TA 2019 masing-masing 138 Pamen TNI AL, 2 Pamen TNI AD dan 2 Pamen TNI AU, 8 Pamen Negara Sahabat (Australia, Malaysia, India, Pakistan, Singapura, Thailand, Jepang dan Korea).

Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D., dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua DPR RI H. Bambang Soestyo Susatyo, S.E., M.B.A., beserta jajarannya yang telah memberikan kesempatan kepada Seskoal dalam rangka pelaksanaan kuliah kerja Pasis Dikreg Seskoal di salah satu instansi pemerintah yaitu DPR RI.

Rilis dari Biro Pres DPR RI, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan dukungannya kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk senantiasa meremajakan dan memodernisasi alat utama sistem senjata (Alutsista), guna menjaga kedaulatan Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan selalu meningkatnya anggaran Kementerian Pertahanan dalam alokasi APBN. Sehingga, pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia senantiasa berdasarkan kapabilitas yang dituangkan dalam program Kekuatan Pokok Minimum.

“Peningkatan anggaran Kementerian Pertahanan bisa dilihat dari Rp 99,8 triliun di APBN 2018 menjadi Rp 108,4 triliun di APBN 2019, menjadikan Kementerian Pertahanan sebagai posisi ke-2 Kementerian/Lembaga dengan anggaran terbesar,” ujar Bamsoet, sapaan akrab Ketua DPR RI, saat memberikan Kuliah Kerja Pembangunan Nasional (KK Bangnas) Perwira Mahasiswa (Parsis) Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal) Angkatan 57, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Besarnya alokasi Kementerian Pertahanan tersebut, lanjut Bamsoet, terbagi lagi menjadi Rp 19,067 triliun untuk internal Kementerian Pertahanan, Rp 7,961 triliun untuk Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI), Rp 47,54 triliun untuk TNI Angkatan Darat, Rp 18,25 triliun untuk TNI Angkatan Laut, dan Rp 14,33 triliun untuk TNI Angkatan Udara. Dari berbagai sebaran anggaran, sebanyak 38,87 persen dialokasikan untuk belanja pegawai, 33,88 persen untuk belanja barang dan 27,25 persen belanja modal.

“Seskoal sebagai sekolah tertinggi di lingkungan TNI AL, mempunyai tantangan besar untuk membuat formulasi sistem keuangan militer, khususnya dalam mendiferensiasikan Sistem Keuangan Militer saat negara dalam kondisi damai, maupun Sistem Keuangan Militer saat negara dalam kondisi perang. Sehingga, jika situasi terburuk terjadi, negara kita siap mengantisipasinya,” tutur Bamsoet.

Politisi Partai Golkar ini juga mengingatkan kepada para Perwira Mahasiswa yang sedang mengikuti Seskoal, di abad ke-21 ini dunia dihadapkan kepada berbagai ketidakpastian. “Saat negara bertanggung jawab memperkuat Alutsista, Seskoal mempunyai tanggung jawab yang besar untuk mempertajam pola pikir setiap prajurit dalam mengantisipasi berbagai ancaman yang datang. Bagaimanapun, the man behind the gun adalah kunci utama menjaga kedaulatan negara,” tegas legislator dapil Jawa Tengah VII itu.

Share.

Leave A Reply

%d blogger menyukai ini: