Seminar IKAHAN-UNHAN 2020 Bahas Upaya Implementasi Perkembangan Teknologi Pertahanan

0

Jakarta, Teritorial.Com – Seminar IKAHAN-UNHAN kembali digelar di Jakarta, Rabu (4/3) dengan tema “Emerging Technology and Its Implication for Indonesia-Australia Defence Cooperation Seminar 2020”.

Seminar tersebut secara resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Laksdya TNI Dr.Agus Setiadji, S.A.P., M.A. Dalam sambutan pembukaanya, Sekjen Kemhan menjelaskan bahwa kebutuhan akan kerjasama dan interaksi yang erat dalam sektor pertahanan kedua negara memainkan peran yang sangat penting dalam mengarahkan dan mengimplementasikan tugas-tugas yang diemban dalam melindungi kepentingan bersama kedua negara.

Oleh karena itu, diselenggarakannya seminar merupakan bagian dari upaya-upaya yang nyata untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman bagi angkatan bersenjata kedua negara sekaligus mengimplementasikan perkembangan teknologi yang cocok bagi komunitas pertahanan kedua negara.

Meskipun dipahami bahwa teknologi yang sesuai terkait dengan pertahanan bagi masing-masing negara mungkin dapat berbeda tergantung pada tingkat perkembangan ekonomi, daya saing, dan sejarah pengembangan institusi, namun masih tersedia cukup ruang bagi kerjasama teknologi pertahanan pada tingkat bilateral, termasuk di dalamnya antara Indonesia dan Australia.

IKAHAN (Ikatan Alumni Pertahanan Indonesia-Australia) dan UNHAN selama ini telah menjalin kerjasama yang efisien dalam mepromosikan hubungan baik kedua negara dalam hal kerjasama pertahanan di bidang pendidikan.

Hubungan yang dihasilkan dari IKAHAN sebagai ikatan alumni akan dapat membantu makin eratnya kerjasama pertahanan Indonesia-Asutralia secara umum.

Sementara itu, menurut rektor UNHAN Letjen TNI Dr. Tri Legiono Suko, S.I.P., M.A.P. bahwa Seminar IKAHAN-UNHAN adalah seminar yang dilaksanakan setiap tahun dalam upaya peningkatan kerjasama pertahanan dalam bidang pendidikan, yang pada seminar tahun 2020 ini mendiskusikan permasalahan perkembangan teknologi pertahanan yang secara signifikan dapat menciptakan tantangan keamanan bagi negara-negara.

Sebagaimana diketahui bahwa teknologi pertahanan adalah teknologi yang memiliki kemampuan menciptakan sistem yang mempu mengganggu keseimbangan kekuatan negara-negara di dunia.

Turut hadir dalam seminar ini antara lain Commander of Australia Defence College MG. Mick Ryan, Head of Strategic and Defence Studies Australian National University (ANU) Prof Brendan Sargeant dan Atase Pertahanan Australia untuk Indonesia Brig. Justin Roocke.

Share.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: