Tiga Orang Oknum Kepolisian Diduga Terlibat Jaringan Narkoba

0

Teritorial.com – Kasus pengedaran narkoba ternyata melibatkan oknum polisi yang diduga terlibat di dalam jaringan peredaran narkoba internasional. Polda Jawa Timur saat ini telah menahan tiga orang oknum polisi yang bertugas di Polres Sampang, Madura, Jawa Timur.

Berdasarkan keterangan dari Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, ketiga oknum polisi tersebut akan terancam sanksi berat. “Mereka (tiga oknum anggota) kenal semua dengan tersangka pengedar yang dirilis Bapak Kapolda Jawa Timur (Irjen Pol Luki Hermawandi) di Polres Tanjung Perak beberapa hari lalu,” kata Barung di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (5/8).

Sebelumnya kepolisian telah menangkap lima orang tersangka jaringan bandar narkoba di Sokobanah, Sampang, Madura, beberapa waktu lalu. Menurut Barung, informasi terkait dugaan keterlibatan tiga anggota Polri tersebut didapatkan setelah penyidik melakukan pendalaman kepada lima orang tersebut.

Segera setelah penyidik menemukan indikasi keterlibatan ketiga oknum polisi tersebut, polisi lantas langsung melakukan tes urine kepada mereka. Berdasarkan hasil dari tes urine tersebut barulah diketahui bahwa oknum S dan WA dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba.

Barung menyampaikan bahwa para oknum tersebut adalah Ajun Inspektur Dua berinisial S, Brigadir berinisial ES, dan Brigadir berinisial WA. Para oknum tersebut biasa berkomunikasi dan datang menemui tersangka bandar narkoba di Sokobanah. “Setiap sambang (datang) ke Sokobanah, anggota ini menerima uang terkadang Rp200 ribu – Rp300 ribu, mereka juga memakai [sabu],” kata Barung.

Menanggapi kasus tersebut Kapolres Sampang AKBP, Budhi Wardiman mengatakan hingga kini Propam masih mendalami seberapa jauh keterlibatan ketiga oknum polisi tersebut dalam sistem jaringan bandar narkoba di Sokobanah. “Modus masih didalami oleh Propam Polda Jatim,” katanya, saat ditemui di Mapolda Jatim.

Budi mengaku bahwa penyelidikan masih terus dilakukan dan dikembangkan terutama terkait berapa lama jaringan narkotika Sokobanah tersebut beroperasi. Hingga saat ini diketahui, narkoba yang mereka edarkan dipasok dari negara jiran, Malaysia.

Share.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: