Militer Jepang Umumkan Hasil Investigasi Jatuhnya F-35A di Samudra Pasifik

0

Tokyo, Teritorial.Com – Militer Jepang umumkan hasil investigasi Angkatan Udara Pasukan Bela Diri Jepang (JASDF) atas jatuhnya pesawat jet tempur siluman F-35A di Samudra Pasifik pada 9 April lalu.

Mengutip laporan investigasi yang dirilis pada 9 Agustus 2019 dalam situs resmi JASDF, dijelaskan bahwa jet tempur itu jatuh karena pilot menderita vertigo dan tidak terdapat kerusakan mekanis yang dapat menyebabkan kecelakaan.

Sebelumnya, layanan militer Jepang juga merilis hasil laporan serupa sehingga laporan resmi terbaru yang dikeluarkan oleh JASDF mengkonfirmasi temuan laporan sementara militer Jepang pada bulan Juni lalu.

Namun, dalam laporan resmi hasil investigasi JASDF tidak dijelaskan bagaimana pihaknya dan pakar luar dapat mencapai kesimpulan mereka. Sementara itu, laporan sementara yang diterbitkan pada bulan Juni lalu hanya mengandalkan keterangan dan kesaksian pilot, data, serta komunikasi yang diterima oleh petugas kontrol darat.

Pada 9 April 2019 empat jet tempur siluman canggih F-35A buatan Lockheed Martin Amerika Serikat (AS) dilaporkan melakukan misi pelatihan dan lepas landas dari Pangkalan udara Misawa.

Namun, salah satu jet tempur F-35A yang dikendalikan oleh pilot Mayor Akinori Hosomi dari Sayap Udara ke-3 Skuadron Tempur Taktis ke-302 Angkatan Udara Jepang, menghilang dari sistem pelacakan radar beberapa detik setelah pesan terakhir pilot diterima oleh petugas kontrol darat, yaitu pada pukul 19.27 malam waktu Jepang.

Selanjutnya diketahui F-35A menghantam Samudera Pasifik, 135 km sebelah timur Pangkalan Udara Misawa, bagian utara pulau Honsu. Pesawat canggih itu jatuh dengan kecepatan lebih dari 1.100 kilomter per jam tanpa adanya indikasi dan upaya dari pilot untuk menghindari kecelakaan. Tidak terdapat bukti bahwa pilot berhasil keluar dari kokpit sebelum pesawat menghantam laut.

Dalam proses pencarian, tim Jepang berhasil memulihkan puing dari data penerbangan F-35A, namun puing-puing tersebut ditemukan dalam kondisi yang terlalu rusak sehingga sulit untuk menghasilkan data mengenai penyebab kecelakaan.

Share.

Leave A Reply

%d blogger menyukai ini: