Rusia Gagal Uji Coba Senjata Nuklir Terbaru, Lima Ilmuwan Tewas

0

Moskow, Teritorial.Com – Gagalnya uji coba rudal yang dilakukan Rusia di fasilitas militer di Artika, pantai Laut Putih, area utara Rusia, dilaporkan melibatkan sebuah reaktor nuklir kecil. Lima orang ilmuwan meninggal dalam insiden yang terjadi pekan lalu tersebut.

Pernyataan perihal adanya reaktor nuklir kecil dalam insiden tersebut disampaikan oleh Vyacheslav Soloviev, seorang Direktur Ilmiah untuk sebuah lembaga yang bekerja pada sumber daya skala kecil yang menggunakan “bahan radioaktif, termasuk bahan fisil dan radioisotop” untuk Kementerian Pertahanan dan penggunaan sipil.

Badan Nuklir Rusia, Rosatom menolak untuk berkomentar mengenai insiden yang terjadi pada Senin lalu dan seorang juru bicara lembaga Sarov juga tidak dapat dihubungi untuk dimintai keterangannya.

Media Rusia telah berspekulasi bahwa senjata yang diuji adalah SSC-X-9 SkyFall atau lebih dikenal di Rusia sebagai Burevestnik, sebuah rudal jelajah bertenaga nuklir. Rudal tersebut sudah dikenalkan oleh Presiden Vladimir Putin tahun lalu.

Sebelumnya, terjadi ledakan pada 8 Agustus saat uji coba rudal yang menggunakan sumber daya isotop di lepas pantai Rusia, tepatnya di willayah Arkhangelsk, dekat dengan Lingkaran Arktik.

Awalnya Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan terdapat dua orang korban jiwa dalam kecelakaan tersebut dan melibatkan pengujian mesin rudal berbahan bakar cair. Namun, Kementerian tidak menyebutkan unsur nuklir dalam pernyataannya.

Menurut pernyataan dalam situs web pemerintahan setempat yang kemudian dihapus dijelaskan bahwa Insiden tersebut menyebabkan lonjakan radiasi dalam waktu singkat di kota pelabuhan terdekat Severodvinsk.

Hal tersebut seolah dikonfirmasi dengan adanya pernyataan dari militer Rusia yang menyebut bahwa tingkat radiasi masih normal, tetapi pihak mereka tidak mengungkapkan beberapa hal detail perihal insiden tersebut.

Melansir Time, pemberitaan mengenai ledakan tersebut juga telah dikabarkan di kota-kota terdekat dan membuat masyarakat panik sehingga mereka membeli yodium. Yodium diyakini dapat membantu mencegah kelenjar tiroid menyerap radiasi.

Norwegia juga dilaporkan telah meningkatkan pemantauan mereka terhadap radiasi setelah insiden tersebut, dan hingga saat ini pihaknya masih belum mendeteksi sesuatu yang tidak normal dan membahayakan.

Sementara itu, Direktur Radiasi dan Otoritas Keselamatan Nuklir Finlandia, Pia Vesterbacka menyatakan bahwa pihaknya tidak mendeteksi radiasi yang kemungkinan disebabkan oleh angin selatan serta jarak antara lokasi ledakan dan perbatasan yang cukup jauh. Lebih lanjut dijelaskan bahwa otoritas setempat juga belum melakukan pemeriksaan filter udara sejak insiden tersebut terjadi, tetapi mereka berharap akan mendapatkan hasilnya dalam minggu ini.

Dalam sebuah video yang diunggah dalam situs resmi di Sarov, Direktur Institut Valentin Kostyukov mengatakan para korban dalam insiden tersebut diberikan predikat sebagai pahlawan nasional dan para elit Pusat Nuklir Federal Rusia. Sarov sendiri merupakan sebuah kota dengan keamanan tinggi yang dikhususkan untuk penelitian nuklir yang berjarak kurang lebih 400 kilometer (250 mil) timur dari Moskow.

Peristiwa ini terjadi setelah serangkaian ledakan besar awal pekan lalu di sebuah gudang militer Siberia yang menewaskan satu orang dan melukai 13 orang lainnya. Insiden itu juga memaksa sebanyak 16.500 orang meninggalkan rumah mereka.

Angkatan Laut Rusia telah mengalami banyak  kecelakaan hebat selama bertahun-tahun. Pada bulan Juli, 14 orang pelaut dilaporkan tewas dalam kebakaran di atas kapal selam bertenaga nuklir di Laut Barents. Para pejabat awalnya menolak untuk berkomentar perihal insiden tersebut, namun seorang pejabat tinggi Angkatan Laut Rusia kemudian memberikan pernyataannya dan menyatakan bahwa orang-orang yang menjadi korban dalam insiden tersebut telah mengorbankan nyawa mereka untuk mencegah “bencana planet”

Insiden Angkatan Laut Rusia terburuk pasca Uni Soviet runtuh pernah terjadi di Laut Barents. Dalam insiden itu sebanyak 118 kru tewas di kapal selam nuklir Kursk yang tenggelam akibat ledakan pada Agustus 2000.

 

Share.

Leave A Reply

%d blogger menyukai ini: