Forum Sispala Minta Pemprov DKI Jakarta Serap Aspirasi

0

Jakarta, Teritorial.Com – Forum dan alumni Sispala (Siswa Pecinta Alam) menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan perwakilan sekolah.

Dalam aspirasinya, forum meminta agar Pemrov DKI dan perwakilan sekolah memberikan ruang agar ekstrakurikuler Sispala untuk berkegiatan dan berlatih agar selalu siap menghadapi risiko dalam setiap kegiatan di alam bebas.

Aspirasi tersebut disampaikan dalam Seminar Sispala bertajuk ‘Tata Kelola Ekstrakurikuler Siswa Pencinta Alam Sebagai Media Membangun Karakter Siswa’ yang dinisiasi oleh forum dan alumni Sispala se-Jakarta digelar di Aula SMKN 1 Jakarta, Selasa, kemarin.

Seminar yang dimoderasi oleh Adjie Rimbawan selaku alumni dari TEPEPA/STMN Pembangunan ini, turut mengundang narasumber di antaranya adalah Sopan Adrianto (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta), Rudi Nurcahyo (Alumni Sabhawana SMAN 3 Jakarta, Mapala UI), Taufiqurrahman (Anggota Komisi E DPRD Provinsi DKI Jakarta), Reiza Patters (Alumni Pattupala SMAN 47 Jakarta), dan sempat dihadiri oleh Bowo Irianto, Wakil Dinas Pendidikan DKI Jakarta.‎

Aspirasi ini sendiri didasari oleh pengajuan untuk merevisi Peraturan Gubernur No. 179 Tahun 2015 dan mencabut surat edaran Kadis Pendidikan Provinsi DKI Jakarta mengenai larangan ekstrakurikuler yang berkegiatan di luar kota.

Pergub itu diketahui diterbitkan saat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Anies Baswedan selaku Gubernur DKI saat ini diminta merevisi Pergub dan mencabut surat edaran tersebut.

Rudi Nurcahyo mengatakan, kegiatan pecinta alam punya kegiatan positif, dan tindak kekerasan sangat tidak dibenarkan. Menurut Rudi, siswa yang terlibat kegiatan pecinta alam justru yang dibina adalah karakternya.

“Banyak dari teman-teman kami menjadi pimpinan atau jajaran direksi di perusahaan, kementerian, bahkan Presiden kita juga punya hobi untuk naik gunung,” ucap Rudi.

Ke depannya, Forum beserta Alumni Sispala berkomitmen untuk bekerja sama dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan merangkul perwakilan sekolah untuk melakukan pembenahan tata kelola ekstrakurikuler Sispala dengan merumuskan SOP, monitoring kegiatan, dan safety procedure.

Topik yang menjadi sorotan utama dalam seminar ini adalah soal tindakan kekerasan dalam kegiatan pecinta alam. Sebab itu, forum dan alumni Sispala mengadakan seminar yang bertujuan untuk sosialisasi, pemahaman, dan paradigma baru tentang tata kelola ekstrakurikuler khususnya bagi Sispala di DKI Jakarta.‎

“Jadi jangan ada lagi Sispala yang mendaki menggunakan sandal, hanya bawa dua baju, dan berbekal roti,” kata Rudi.

Share.

Leave A Reply

%d blogger menyukai ini: