Jelajah Alam Tambora 2 Diikuti 550 Trabas

0

Bima, Teritorial.com – Jelajah Alam Tambora 2 kembali digelar, Sabtu (30/11/2019). event yang mengambil jalur di Gunung Tambora itu dimaksud untuk mempromosikan Gunung tersebut dan akan diikuti 550 trabas.

Sekretaris panitia kegiatan M Nurul Huda menjelaskan, kegitan ini digelar untuk memperingati HUT NTB ke-61, sekaligus untuk mempromosikan wisata Gunung Tambora. selain sebagai ajang silatuhrahmi motor trail se-Indonesia.

Ia menyebutkan, ada beberapa lomba juga yang dilakukan saat event berlangsung. Untuk mendukung Zero Waste, salah satu lomba yakni membawa pulang sampah paling banyak, dan diberikan hadiahkan.

Panitia bersama Balai Taman Nasional Tambora yang endukung kegiatan ini akan menanam pohon di pos 5. Jenis tanaman disesuaikan dengan tanaman yang ada di Pos tersebut seperti sarume Maju. “Tidak hanya lomba, panitia saat juga berada di puncak akan membentangkan bendera merah putih sepanjang 61 meter,” katanya.

Diakui Nurul, jalur yang akan ditempuh nanti yakni jalur pendakian Piong. Kemudian menuju Hodo, hutan budidaya madu dan keluar ke Oi Saro. Sementara star, rencana pukul 08.00 wita, dengan jarak tempuh hingga ke pos 5 sekitar 60 kilometer.

“Peserta yang sudah mendaftar sudah 550 peserta dari 42 klub trabas. Yang paling jauh dari daerah Semarang, Jakarta, Jawa Timur lombok dan NTT,” Sebutnya.

Untuk jalur trabas, pihaknya sudah menyiapkan tim. Hingga tadi malam, sudh dibuatkan tanda jalur dan membuat tanda arah. kemudian pada saat turun hujan pun melewati jalur berbeda dengan maksud untuk menghindari kemacetan. “Kami juga untuk menghindari kemacetan di puncak, kami membuat jalur alternatif, agar peserta tidak menumpuk,” ungkapnya.

Berkaitan dengan tim juga, pihaknya sudah berkordinasi dengan warga setempat. Kemudian melakuakn evakuasi ketiuka ada masalah di jalur. “Panitia juga ada tim penyapu dan evakuasi. Untuk itu kami imbau kepada peserta untuk bisa mengikuti jalur yang ditetapkan panitia,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Balai Taman Nassional Tambora Dedi menyampaikan, pihaknya sudah berdiskusi dengan panitia dan sepakat ingin menduniakan Gunung Tambora. kami selaku tuan rumah juga. Kami mendapat peran, seperti melakukan evakuasi dan menyiapkan beberapa kebutuhan dari panitia,” tambahnya.

Share.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: