Nilai Islam Membangun Mental Hidup Sehat

0

JAKARTA, Teritorial.com – Mental sehat dalam kehidupan adalah kemampuan untuk berperilaku yang tidak menyakitkan orang lain, tidak meresahkan lingkungan, tidak menimbulkan kecemasan bagi sekitar, tidak merugikan bagi diri sendiri dan tidak menjadi masalah bagi negara.

Tentu saja tidak mudah untuk berperilaku yang dikemukakan di atas. Masyarakat yang hidup dalam sebuah negara ini tidaklah merata kemampuannya baik dari segi ekonomi, pendidikan, status sosial dan lainnya. Sifat dan karakter manusia yang beragam adalah potensi masalah yang bisa menyulut ketidakharmonisan hubungan sosial, bahkan bisa menimbulkan konflik dan pertentangan yang tajam.

Walaupun ada negara dengan perangkat-perangkat keamanannya dan penegakan hukumnya, belumlah menjamin terwujudnya kehidupan yang harmonis, saling bertoleransi dan menjaga kedamaian dan keselamatan.

Karena itu hal-hal yang tidak diharapkan dan tidak diinginkan,tidak akan bisa dielakkan terjadi dalam masyarakat Di berbagai berita dan media kita baca dan lihat perilaku yang menimbulkan luka dalam kehidupan manusia seperti pembunuhan,perampokan, perkosaan, tawuran, korupsi, bentrok politik dan lain sebagainya. Semuanya ini terjadi karena manusia tidak mampu mengontrol petilaku destruktif yang ada dalam dirinya sehingga yang terwujud adalah penyelesaian secara kekuatan fisik yang seharusnya makin dikurangi sebagai solusi yang tidak sesuai dengan nilai- nilai kemanusiaan.

Dalam mengatasi masalah pada kehidupan ini selalu orang mencarikan solusinya pada sistem, pada aturan dan perundang-undangan. Memang ini adalah pendekatan yang baik, tetapi manusia tidak selamanya komit pada peraturan, selalu mencari celah untuk melihat kelemahan, bahkan untuk itu muncul profesi pengacara atau advokat untuk membela orang yang berbuat salah dan melanggar hukum (tentu kita juga tidak menafikan mereka membela orang yang benar atau yang tidak bersalah). Inilah sebuah dilema dari peraturan yang produk itu dibuat untuk mengatur dan menertibkan perilaku manusia, namun manusia mencari pula kelemahan-kelemahannya untuk menjustifikasi perbuatan dan egonya.

Kita harus mencari pendekatan yang mengakar dan bersumber pada nilai-nilai yang mendasar untuk mencegah perbuatan manusia yang saling melukai sesamanya . Pendekatan itu bisa ditemukan pada nilai-nilai yang bersifat filosofis dan transendental serta merujuk pada tujuan dan makna hidup manusia.

Pada agama Islam,misalnya, semua perbuatan yang dilakukan manusia harus dipertanggungjawabkan kepada Allah. Perbuatan baik akan mendapatkan pahala yang menyenangkan dan perbuatan buruk akan mendapatkan sanksi yang menyebabkan penderitaan.Dalam Islam setiap orang akan mendapatkan pembalasan yang adil, tidak ada diskriminasi apakah ia golongan bangsawan atau dari latarbelakang golongan terhormat. Semua orang mempunyai kedudukan yang sama di mata Allah. Yang membedakan hanyalah tingkat ketakwaannya dan perbuatan amal kebaikannya.

Demikian pula dalam Islam tujuan hidup adalah untuk beribadah kepada Allah dan untuk meraih kehidupan yang kekal di akhirat. Kehidupan di dunia bersifat sementara. Antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat memiliki hubungan sebab akibat. Jika kehidupan di dunia dilakoni dengan penuh kejahatan maka akibatnya di akhirat menuai kehidupan yang tidak menyenangkan. Jadi ibarat orang menanam padi jika dirawat dengan benar maka panennya akan baik pula.Jadi dunia adalah ladang untuk menyemai kebaikan sehinggga di akhirat nanti akan mendapatkan kehidupan yang membahagiakan pula.

Kemudian dalam kehidupan di dunia ini yang dinafasi nilai-nilai Islam memotivasi setiap manusia untuk melakukan aktivitas dengan hanya mencari ridha Allah. Dan ridha Allah ini menghilangkan dalam diri manusia vested interes, menjauhi pamrih dan ambisi-ambisi yang terkadang melewati batas tanpa memikirkan dampaknya bagi orang lain.

Manusia memiliki suatu ego atau ambisi yang kalau hanya didorong oleh mitivasi keduniawiaan, bisa bertabrakan dan menerabas rambu-rambu tanpa terhalangi oleh nilai-nilai atau norma-norma atau kepentingan manusia lainnya Dan ini tentu akan menjadi sumber pertikaian.

Dengan memiliki prinsip-prinsip hidup yang terdapat dalam konsepsi Islam maka kehidupan di dunia ini akan lebih mengutamakan nilai-nilai kemanusiaaan. Mengutamakan kebahagiaan dan kedamaian umat manusia, tidak hanya mengejar segi-segi pragmatis, materealis, kenikmatan lahiriah dan semacamnya.

Saya yakin nilai-nilai spiritual yang berperan dalam kehidupan akan memberikan kontribusi yang besar terciptanya kehidupan mental yang sehat dalam masyarakat. Sekarang ini berbagai penyimpangan sosial yang terjadi dalam masyarakat kita seperti perilaku korupsi, konflik politik ,tawuran, kriminalitas, sadisme, rasa putus asa, stress dan lainnya karena masyarakat makin menjauh dari nilai-nilai spritual demi mengejar kehidupan materealistik- duniawi. Akibatnya adalah manusia makin tipis rasa kemanusiaannya dan makin menonjol jiwa primitifnya, yang ini semua memberikan andil yang besar munculnya perilaku dan mentalitas agresifitas dalam kehidupan sehingga yang lahir adalah kesengsaraan kehidupan. (ditulis oleh Arfendi Arief)

Share.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: