Dunia

Banjir Terburuk dalam 50 Tahun di Vietnam

Rumah-rumah terendam banjir di Khanh Hoa, Vietnam, pada 20 November 2025. (Nguyen Huy Thanh/VNA via AP)

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Hujan luar biasa deras pada periode 16–22 November 2025 memicu banjir dahsyat di wilayah tengah dan dataran tinggi selatan Vietnam. National Center for Hydro-Meteorological Forecasting (NCHMF) menyatakan bahwa ini merupakan kejadian paling ekstrem dalam lebih dari setengah abad.

Menurut Direktur NCHMF Mai Van Khiem, “peristiwa semacam ini nyaris tak pernah terjadi dalam lebih dari 50 tahun.”

Dampak Tragis bagi Warga dan Infrastruktur

Hingga 23 November, data resmi menunjukkan sekitar 102 orang tewas atau hilang akibat banjir dan longsor.

Ribuan rumah rusak atau hancur, lebih dari 1.150 rumah rusak berat, pada puncaknya hampir 186.000 rumah sempat terendam.

Sektor pertanian ikut terpukul keras, lebih dari 80.000 hektar sawah dan tanaman pangan hancur.

Kerugian besar juga dialami peternakan, jutaan hewan ternak dan unggas mati atau hanyut.

Infrastruktur publik, seperti jalan, rel kereta, sistem irigasi, fasilitas pendidikan dan kesehatan rusak berat atau terputus aksesnya. Banyak jalan nasional tertutup, dan layanan transportasi serta utilitas publik terganggu.

Pemerintah dan Respons Darurat

Pemerintah di bawah arahan Pham Minh Chinh segera menanggapi krisis ini. Mereka mengerahkan perangkat pemerintahan, militer, dan lembaga terkait untuk melakukan evakuasi, penyelamatan korban, serta memulihkan layanan dasar.

Menurut laporan dari kementerian terkait, kerugian ekonomi awal akibat bencana ini diperkirakan mencapai sekitar VND 9.035 triliun atau setara dengan lebih dari US$343 juta.

Pemerintah pusat juga mengimbau pemulihan cepat, yakni memperbaiki infrastruktur, memulihkan jalur transportasi, layanan irigasi, listrik, serta komunikasi untuk membantu masyarakat kembali ke kehidupan normal.

Bencana Dalam Rangka Krisis Iklim yang Makin Serius

Banjir ekstrem ini terjadi di tengah rangkaian cuaca buruk di Vietnam. Sepanjang tahun 2025 hingga 24 November, tercatat sudah ada 19 topan atau depresi tropis di negara itu. Akibatnya, bencana alam seperti banjir dan longsor semakin sering dan parah.

Para pakar dan pemerintah setempat memperingatkan bahwa perubahan iklim semakin memperburuk pola cuaca, membuat hujan ekstrem dan bencana alam semakin sulit diprediksi.

Kayla Dikta Alifia

About Author

You may also like

Dunia

Menteri pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat kembali bertemu

Jakarta teritorial.com – Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, kembali bertemu dengan koleganya, Menteri Pertahanan Amerikat Serikat, James Mattis, di akhir acara
Dunia

Arab Saudi Gagalkan Serangan Rudal yang Targetkan Bandara

Jakarta territorial.com- Pasukan pertahanan Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan rudal yang diluncurkan dari wilayah konflik di Yaman, Sabtu (4/11/2017) malam