TERITORIAL.COM, JAKARTA – Kopi bukan sekadar penolong pagi hari. Penelitian baru oleh King’s College London menunjukkan bahwa rutinitas minum kopi dalam takaran tepat dapat memengaruhi penuaan sel, sehingga usia seseorang bisa terlihat lebih muda hingga sekitar lima tahun dibanding yang tidak minum kopi.
Temuan ini membuka diskusi baru soal manfaat dan batas aman konsumsi kopi.
Studi yang dipimpin peneliti dari King’s College London dan dipublikasikan di BMJ Mental Health menemukan pola yang cukup jelas.
Peserta yang rutin minum tiga sampai empat cangkir kopi per hari menunjukkan panjang telomer lebih besar dibanding peserta yang tidak minum kopi.
Panjang telomer yang lebih panjang biasanya dikaitkan dengan “usia biologis” yang lebih muda. Efek positif ini terutama terlihat pada kelompok orang dengan gangguan mental berat seperti skizofrenia dan bipolar, populasi yang umumnya menunjukkan percepatan penuaan sel.
Telomer adalah ujung kromosom yang melindungi DNA. Seiring waktu dan akibat stres oksidatif serta peradangan, telomer memendek, proses yang sering dipakai ilmuwan sebagai penanda penuaan sel.
“Telomer sangat sensitif terhadap stres oksidatif dan peradangan,” jelas Dr Monica Aas dari King’s College London. Dengan demikian, bila konsumsi atau gaya hidup dapat mengurangi stres oksidatif, ada potensi perlambatan pemendekan telomer.
“Ini menyoroti bagaimana asupan kopi dapat membantu mencegah penuaan sel pada populasi yang rentan mengalami percepatan penuaan,” sambungnya, dikutip dari Unilad.
Konsumsi kopi sampai sekitar tiga sampai empat cangkir per hari tampak memberikan manfaat, namun perlu dicatat, konsumsi yang berlebih justru tidak menambah keuntungan dan malah bisa berbalik merugikan.
Peneliti mengingatkan bahwa kafein berlebih dapat memicu kecemasan, gangguan tidur, tekanan darah naik, jantung berdebar, hingga efek putus kafein.
“Minum lebih dari jumlah harian yang disarankan dapat menyebabkan kerusakan sel melalui pembentukan spesies oksigen reaktif,” kata Dr Aas.
Pedoman kesehatan umum juga menempatkan batas aman konsumsi kafein pada sekitar 400 mg per hari untuk orang dewasa sehat, setara kurang lebih empat cangkir kopi saring dalam takaran umum.
Studi ini menyorot manfaat yang tampak paling signifikan pada orang dengan gangguan mental berat. Kelompok ini diketahui berisiko mengalami penuaan biologis lebih cepat dan penyakit terkait usia, sehingga intervensi sederhana seperti menyesuaikan konsumsi kopi mempunyai dampak nyata.
Namun para peneliti menegaskan bahwa temuan ini tidak serta merta berlaku universal. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memetakan efek pada populasi umum dan menjelaskan mekanisme biologis di baliknya.
Temuan tersebut juga menarik perhatian komunitas biohacker. Bryan Johnson, figur yang dikenal melakukan eksperimen gaya hidup ekstrem untuk memperlambat penuaan, dilaporkan memasukkan kopi kembali dalam rutinitasnya setelah meninjau studi terkait manfaat kopi terhadap risiko kematian dan penuaan. Meski begitu, langkah individu seperti Johnson tidak menggantikan nasihat medis yang berbasis bukti luas dan konsultasi profesional.
Jika Anda sehat dan tidak memiliki kontraindikasi, target tiga sampai empat cangkir kopi sehari adalah kisaran yang ditunjukkan BMJ Mental Health sebagai dosis paling menguntungkan.
Namun, jika Anda mengalami kecemasan, gangguan tidur, jantung berdebar, atau masalah tekanan darah, pertimbangkan mengurangi kafein dan konsultasi ke dokter.
Perlu diketahui, kafein tidak hanya berasal dari kopi. Perhatikan minuman energi, teh kuat, dan suplemen. Batas aman umum untuk dewasa sehat adalah hingga 400 mg per hari.
Terakhir, kopi mungkin membantu, tetapi tidur cukup, pola makan seimbang, olahraga, dan manajemen stres tetap kunci untuk penuaan sehat. Studi telomer menunjukkan faktor-faktor tersebut juga menentukan.

