TERITORIAL.COM, JAKARTA – Jambu biji (Psidium guajava) adalah buah tropis yang mudah ditemukan, murah, dan menyegarkan. Selain dikenal kaya akan vitamin C, buah ini juga sering disebut-sebut memiliki khasiat ajaib, salah satunya adalah membantu menurunkan kadar kolesterol. Tapi, benarkah klaim ini? Mari kita telusuri bukti ilmiah di baliknya.
Kolesterol tinggi, terutama tingginya kadar Low-Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol “jahat”, merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Untungnya, alam menyediakan banyak solusi, dan jambu biji adalah salah satunya.
Sejumlah penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa mengonsumsi jambu biji, baik buahnya, daunnya, maupun ekstraknya, dapat memberikan efek positif pada profil lipid darah.
Khasiat jambu biji dalam mengelola kolesterol berasal dari beberapa komponen penting:
1. Serat Larut Tinggi
Jambu biji adalah sumber serat larut yang sangat baik. Serat larut bekerja seperti spons di saluran pencernaan. Serat ini akan:
- Mengikat Kolesterol: Serat larut mengikat asam empedu, yang dibuat dari kolesterol, dan membawanya keluar dari tubuh melalui feses.
- Mendorong Produksi Empedu Baru: Untuk mengganti asam empedu yang hilang, hati dipaksa menarik kolesterol dari darah, yang secara efektif membantu menurunkan kadar kolesterol LDL.
2. Antioksidan Kuat (Polifenol dan Karotenoid)
Jambu biji kaya akan senyawa antioksidan, seperti likopen, beta-karoten, dan polifenol. Antioksidan ini penting bukan hanya untuk menurunkan kadar kolesterol, tetapi juga untuk mencegah oksidasi kolesterol LDL.
Kolesterol LDL yang teroksidasi jauh lebih berbahaya karena cenderung menumpuk dan membentuk plak di dinding arteri (aterosklerosis). Dengan mencegah oksidasi, risiko penyumbatan pembuluh darah pun berkurang.
3. Pektin
Pektin adalah jenis serat yang berlimpah dalam buah jambu. Penelitian menunjukkan bahwa pektin dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total dan LDL. Di dalam tubuh, pektin dapat memperlambat penyerapan lemak dan kolesterol.
Fakta Berbasis Penelitian
Sebuah tinjauan studi yang diterbitkan menunjukkan bahwa konsumsi jambu biji secara teratur dapat memberikan hasil yang signifikan:
Berdasarkan beberapa studi intervensi pada manusia, ditemukan bahwa individu yang mengonsumsi jambu biji matang selama beberapa minggu mengalami penurunan signifikan pada kadar kolesterol total dan kolesterol LDL (jahat), bahkan tanpa mengubah pola makan lain. Beberapa studi juga melaporkan adanya sedikit peningkatan pada kadar kolesterol HDL (baik).
Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari jambu biji, terapkan tips ini:
- Pilih yang Matang: Konsumsi buah jambu biji yang sudah matang dan cuci bersih.
- Jangan Kupas Kulitnya: Sebagian besar serat dan antioksidan (termasuk likopen) terkonsentrasi di bagian kulit dan tepat di bawahnya.
- Konsumsi Daun Jambu: Teh dari seduhan daun jambu biji juga telah terbukti dalam beberapa studi memiliki efek yang sama baiknya dalam membantu mengatur kadar lemak darah dan gula darah.
- Jadikan Camilan: Ganti camilan tinggi lemak dan gula dengan jambu biji segar.
Klaim bahwa jambu biji dapat membantu menurunkan kolesterol adalah benar dan didukung oleh bukti ilmiah, terutama karena kandungan serat larut dan antioksidannya yang tinggi.
Namun, penting untuk diingat bahwa jambu biji adalah bagian dari pola makan sehat, bukan pengganti obat kolesterol yang diresepkan dokter. Kombinasikan konsumsi jambu biji dengan diet seimbang, rutin berolahraga, dan konsultasi dengan tenaga medis untuk penanganan kolesterol yang optimal.
(*)

