Wellness

Catat Siklus Menstruasi Sebagai Deteksi Dini Kesehatan Reproduksi

Ilustrasi kalender siklus menstruasi.

TERITORIAL.COM, JAKARTA — Hingga saat ini, banyak perempuan masih mengabaikan rutinitas mencatat siklus menstruasi mereka. Padahal, kebiasaan sederhana ini memiliki peran penting sebagai instrumen deteksi dini kesehatan reproduksi. 

Dalam sebuah acara kesehatan di Jakarta Selatan, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Agatha Pradana, Sp.OG, M.Si, menegaskan bahwa catatan menstruasi berfungsi sebagai “peta” yang memandu dokter dalam memberikan penilaian medis secara akurat.

Pada awalnya, dr. Agatha menjelaskan bahwa setiap perempuan memiliki pola menstruasi yang unik. Meskipun seseorang berada dalam kondisi tubuh yang bugar, durasi dan frekuensi siklusnya dapat berbeda dengan orang lain. 

Oleh karena itu, pencatatan mandiri menjadi kunci utama bagi perempuan untuk mengenali ritme alami tubuh mereka sendiri.

Pengaruh Gaya Hidup terhadap Hormon

Selain itu, dr. Agatha juga menyoroti bahwa faktor lingkungan dan kebiasaan sehari-hari sangat memengaruhi stabilitas hormon. 

Ia memaparkan bahwa tingkat stres yang tinggi, perubahan pola makan, serta aktivitas fisik yang drastis sering kali mengubah jadwal bulanan. Hal ini berakibat pada siklus yang semula teratur bisa tiba-tiba bergeser atau berubah durasinya.

Dalam hal ini, pencatatan yang rutin memungkinkan perempuan untuk mengidentifikasi apakah perubahan tersebut merupakan reaksi normal tubuh terhadap gaya hidup atau justru indikasi masalah medis yang lebih serius. 

Dengan memahami “normal” versi diri sendiri, perempuan dapat bertindak lebih cepat ketika ada sesuatu yang tidak beres.

Membantu Akurasi Diagnosis Medis

Lebih lanjut, dr. Agatha mengungkapkan sebuah kendala yang sering ia temui di ruang praktik. Banyak pasien datang berkonsultasi mengenai keluhan reproduksi, namun mereka hanya mengandalkan ingatan saat ditanya mengenai histori bulanan. 

Sayangnya, ingatan manusia sangat rentan terhadap bias dan kesalahan. Kondisi ini sering kali menghambat proses evaluasi medis yang cepat dan tepat. Sebaliknya, jika pasien membawa data yang rapi, dokter dapat bekerja dengan jauh lebih efektif. 

“Saya selalu menyarankan perempuan untuk mulai menggunakan aplikasi pelacak menstruasi. Tujuannya agar mereka memiliki catatan pasti jika sewaktu-waktu dokter membutuhkannya,” ujar dr. Agatha. 

Dengan demikian, data tersebut membantu dokter menentukan apakah kondisi pasien memerlukan tindakan khusus, seperti pemeriksaan hormon lanjutan atau USG, secara lebih objektif.

Efisiensi Melalui Teknologi Digital

Meskipun metode manual menggunakan kalender kertas tetap berguna, dr. Agatha lebih mendorong penggunaan aplikasi digital. 

Sebab, aplikasi modern menawarkan kepraktisan yang lebih tinggi serta fitur yang lebih lengkap. Pengguna tidak hanya bisa mencatat tanggal, tetapi juga mencatat intensitas nyeri, volume darah, hingga perubahan suasana hati.

Pada akhirnya, kesadaran untuk mendokumentasikan siklus menstruasi mencerminkan bentuk kepedulian nyata terhadap diri sendiri. 

Singkatnya, data yang akurat menghilangkan ketidakpastian dalam proses diagnosis dan mempercepat penanganan medis. Oleh karena itu, mulailah memanfaatkan teknologi pelacak menstruasi hari ini sebagai langkah investasi jangka panjang bagi kesehatan masa depan Anda.

kaylalayalia

About Author

You may also like

Wellness

5 Posisi Tidur yang Bisa Bikin Asam Lambung Naik, Hindari!

Jakarta, teritorial.com – Asam lambung naik atau gastroesophageal reflux disease (GERD) bisa mengganggu kualitas tidur. Rasa perih di dada, sensasi terbakar di
Wellness

Menkes Budi Sebut Laki-laki dengan Ukuran Celana 33 Lebih Cepat Menghadap Allah

TERITORIAL.COM, Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi sadikin memberi peringatan kepada masyarakat untuk memperhatikan beberapa indikator kesehatan agar terhindar dari