Lifestyle

Poligami Marcel Radhival di Tengah Duka Keluarga Mendiang Istri

Poligami Marcel Radhival di Tengah Duka Keluarga Mendiang Istri

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Pesulap Merah, Marcel Radhival, kembali menjadi sorotan tajam publik, bukan karena trik sulapnya yang membongkar rahasia dukun, melainkan karena pengakuan mengejutkan terkait kehidupan pribadinya. Secara terbuka, Marcel mengakui bahwa ia pernah menjalani praktik poligami, melibatkan nama Ratu Rizky Nabila. Namun, pengakuan ini datang di tengah suasana duka pasca meninggalnya istri pertamanya, Tika, menimbulkan gelombang kekecewaan dan rasa terpukul mendalam dari pihak keluarga mendiang.

Kisah rumah tangga Marcel Radhival, yang selama ini dikenal tertutup, kini terkuak dengan detail yang menyakitkan, menunjukkan bahwa di balik citra publiknya yang cerdas dan kontroversial, terdapat konflik personal yang rumit dan menyedihkan.

Pengakuan Mengejutkan di Balik Layar Ketenaran

Dalam sebuah pernyataan yang menarik perhatian, Marcel Radhival mengonfirmasi fakta bahwa ia pernah menikah lebih dari satu kali secara bersamaan, atau yang dikenal sebagai poligami. Poligami tersebut diakui melibatkan Ratu Rizky Nabila, sosok yang dikenal di kalangan selebritas.

Pengakuan ini menjadi krusial karena selama ini publik mengenal sosok Tika sebagai istri sah dan pendamping utama Marcel, sebelum Tika meninggal dunia. Fakta bahwa pengakuan mengenai status poligami muncul ke permukaan setelah Tika berpulang, menimbulkan pertanyaan besar mengenai transparansi hubungan tersebut selama Tika masih hidup.

Konteks pengakuan ini sangat sensitif. Seorang publik figur yang selama ini menyoroti kebenaran dan logika, kini harus menghadapi kenyataan pahit dari kehidupan pribadinya sendiri yang menyimpan rahasia pernikahan.

Jejak Ratu Rizky Nabila dalam Kisah Poligami

Ratu Rizky Nabila disebut-sebut sebagai pihak yang dinikahi Marcel dalam konteks poligami, saat Tika masih hidup. Identitas Ratu Rizky Nabila yang juga dikenal publik semakin memperkuat dimensi drama dalam pengakuan ini.

Baca juga : Ivan Gunawan Rayakan Idulfitri di Mekkah dengan Optimisme Baru

Meskipun detail pasti mengenai tanggal pernikahan dan persetujuan dari pihak pertama (Tika) belum sepenuhnya terungkap, pengakuan Marcel sendiri sudah cukup memicu perdebatan moral dan etika, terutama di mata keluarga Tika yang kini harus menanggung beban ganda: kehilangan anak sekaligus menghadapi fakta mengejutkan mengenai kehidupan rumah tangga mendiang.

Luka Mendalam dan Kekecewaan Keluarga Tika

Reaksi paling keras terhadap pengakuan poligami ini datang dari keluarga mendiang Tika. Mereka mengungkapkan perasaan terpukul dan kecewa yang sangat mendalam. Kekecewaan ini bukan semata-mata dipicu oleh praktik poligami itu sendiri, melainkan karena mereka merasa dikhianati dan bahwa kebenaran ditutupi selama Tika masih hidup.

Seorang sumber yang dekat dengan keluarga Tika menyatakan bahwa mereka merasa tidak dihargai dan dihormati oleh Marcel Radhival.

“Kami sangat terpukul. Bukan hanya kehilangan Tika, tapi kini kami harus menerima kenyataan ini. Ada rasa kecewa yang luar biasa. Kami merasa Tika disakiti, dan kami sebagai keluarga juga tidak diberi kejelasan,” ujar salah satu anggota keluarga yang enggan disebutkan namanya.

Kekecewaan ini diperburuk oleh waktu pengungkapan fakta. Bagi keluarga Tika, pengakuan yang datang setelah Tika tiada terasa seperti upaya untuk membersihkan diri tanpa harus menghadapi Tika secara langsung. Hal ini menimbulkan anggapan bahwa Marcel seharusnya lebih transparan saat Tika masih hidup.

Polemik Citra Publik vs. Realitas Personal

Kasus ini kembali menunjukkan betapa tipisnya batas antara citra publik yang dibangun seorang selebritas dengan realitas personal yang mereka jalani. Pesulap Merah selama ini dikenal sebagai sosok yang berani melawan dogma dan mencari kebenaran logis. Ironisnya, pengakuan yang seharusnya jujur ini justru menjadi sumber polemik dan konflik emosional yang menyakiti pihak terdekatnya.

Beban psikologis yang ditanggung keluarga Tika menjadi fokus utama. Mereka kini tidak hanya berjuang mengatasi rasa duka, tetapi juga harus menghadapi narasi publik yang berkembang seputar kehidupan almarhumah, yang ternyata jauh lebih kompleks dari yang mereka ketahui.

Pengakuan poligami Marcel Radhival telah membuka kotak pandora yang melibatkan emosi, etika pernikahan, dan tanggung jawab seorang suami. Meskipun ia telah mengakui fakta tersebut, langkah selanjutnya yang diambil Marcel sangat dinantikan, terutama dalam upaya memulihkan hubungan dan memberikan kejelasan kepada keluarga mendiang Tika.

Penting bagi Marcel untuk tidak hanya mengakui, tetapi juga bertanggung jawab atas dampak emosional yang ditimbulkan. Publik kini menanti klarifikasi lebih lanjut, tidak hanya mengenai status pernikahannya dengan Ratu Rizky Nabila, tetapi juga mengenai bagaimana ia akan menghadapi kekecewaan mendalam yang dirasakan oleh pihak keluarga istri pertamanya yang telah meninggal dunia.

Polemik ini diprediksi masih akan bergulir panjang, memaksa Marcel Radhival menghadapi konsekuensi penuh dari pengakuan kontroversial ini di hadapan sorotan media dan mata publik Indonesia.

Donnydev

Donnydev

About Author

You may also like

Lifestyle

Dharma Wanita Persatuan Kemhan RI Gelar Pelatihan Penggunaan Teknologi Informasi

Jakarta, Teritorial.com – Dharma Wanita Persatuan Kementerian Pertahanan RI menggelar pelatihan penggunaan teknologi informasi dalam rangka meningkatkan kemandirian wanita pada
Lifestyle

Jadikan Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel, PBNU : Sikap Trump Akan Picu Konflik

Jakarta, Teritorial.Com-  Ketua PBNU Said Aqil mengecam tindakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan bahwa Yerusalem merupakan ibu kota