TERITORIAL.COM, JAKARTA –Di tengah dominasi layanan streaming dan podcast, radio FM kembali menjadi perbincangan. Banyak yang mengira medium ini telah ditinggalkan pendengar, terutama generasi muda. Namun, data global terbaru justru menunjukkan sebaliknya.
Radio frekuensi modulasi ini tidak hanya bertahan, tetapi tetap menjadi salah satu medium audio dengan jangkauan terbesar di berbagai negara. Sejumlah laporan riset internasional memperlihatkan bahwa radio masih memiliki daya tembus yang sulit disaingi platform digital.
Radio FM dan Fakta Global yang Mengejutkan
Di Amerika Serikat, laporan terbaru dari Nielsen dan Edison Research menunjukkan radio terestrial—termasuk siaran radio FM—menjangkau lebih dari 80 persen populasi setiap minggu.
Dalam laporan “The Infinite Dial 2025”, Edison Research menyebut bahwa AM/FM radio menjangkau 84 persen warga Amerika usia 18 tahun ke atas setiap pekan. Angka ini bahkan melampaui jangkauan mingguan sebagian besar layanan streaming berbayar.
Di Inggris, data dari RAJAR mencatat lebih dari 49 juta orang dewasa mendengarkan radio setiap minggu. Meski konsumsi audio digital meningkat, perangkat FM dan DAB masih menjadi pilihan utama, terutama saat berkendara dan di wilayah non-perkotaan.
Sementara itu di India, laporan kolaborasi KPMG dan FICCI menunjukkan pertumbuhan radio FM komersial yang stabil. Ekspansi lisensi dan pertumbuhan iklan lokal menjadi pendorong utama, khususnya di kota tier-2 dan tier-3.
Mengapa Radio FM Tetap Relevan?
1. Akses Gratis dan Tanpa Internet
Salah satu keunggulan utama frekuensi radio FM adalah akses gratis tanpa koneksi data. Di negara dengan biaya internet tinggi atau infrastruktur terbatas, radio tetap menjadi sumber informasi vital.
Baca juga : Harta PPS Adalah Apa? Ini Penjelasan Lengkap yang Bikin Wajib Pajak Tak Lagi Salah Paham
UNESCO menekankan pentingnya radio dalam situasi darurat. Dalam berbagai peringatan Hari Radio Sedunia, lembaga ini menyebut radio sebagai medium paling andal saat bencana karena tidak bergantung pada jaringan broadband.
2. Dominasi di Kendaraan
Sebagian besar konsumsi radio di Amerika Utara dan Eropa terjadi di dalam mobil. Meski kendaraan modern terintegrasi dengan Apple CarPlay dan Android Auto, fitur siaran FM tetap menjadi standar bawaan.
National Association of Broadcasters bahkan menegaskan radio adalah infrastruktur informasi publik yang krusial, terutama saat kondisi darurat. Ini menegaskan peran radio bukan sekadar hiburan, tetapi juga layanan publik.
Tantangan Streaming dan Podcast
Tidak bisa dimungkiri, radio FM menghadapi tekanan dari platform seperti Spotify dan Apple Music. Pola konsumsi audio kini mengarah ke konten on-demand yang lebih personal.
Namun, banyak stasiun radio beradaptasi dengan strategi hybrid:
-
Menyediakan siaran simultan secara online
-
Menghadirkan versi podcast dari program unggulan
-
Memanfaatkan media sosial untuk distribusi konten
Di Australia, Australian Communications and Media Authority mencatat peningkatan konsumsi radio via perangkat digital. Menariknya, konten yang dikonsumsi tetap berasal dari stasiun FM tradisional. Artinya, perubahan terjadi pada distribusi, bukan eksistensi medianya.
Radio FM Saat Krisis Global
Sejarah membuktikan, radio sering menjadi garda terdepan saat krisis. Ketika badai besar melanda Amerika Serikat atau gempa terjadi di Jepang, siaran radio menjadi salah satu sumber informasi tercepat.
WorldDAB juga mengakui banyak negara masih mempertahankan jaringan FM sebagai cadangan strategis. Meski Norwegia beralih penuh ke DAB sejak 2017, banyak negara lain memilih transisi bertahap karena faktor kesiapan infrastruktur dan penerimaan publik.
Perspektif Industri Penyiaran
Laporan Deloitte Global Media Outlook menunjukkan pendapatan iklan radio global relatif stabil dibanding beberapa media tradisional lainnya. Di banyak kota kecil, siaran radio FM masih menjadi kanal promosi paling efektif bagi UMKM.
Selain itu, laporan tahunan dari Reuters Institute menempatkan radio sebagai salah satu sumber berita dengan tingkat kepercayaan publik yang konsisten di sejumlah negara Eropa.
Hal ini menunjukkan bahwa radio bukan sekadar medium nostalgia, melainkan ekosistem media yang adaptif.
Bertahan atau Berevolusi?
Melihat data global, radio FM jelas belum kehilangan relevansinya. Ia memang tidak lagi menjadi satu-satunya raja audio, tetapi tetap memegang peran strategis dalam lanskap media modern.
Banyak analis memprediksi masa depan audio akan berbentuk ekosistem campuran:
-
FM untuk jangkauan luas dan kondisi darurat
-
Streaming untuk fleksibilitas
-
Podcast untuk konsumsi personal
Di tengah dominasi algoritma, radio menawarkan kurasi manusia secara real-time—sesuatu yang sulit digantikan mesin.
Kesimpulannya, radio FM bukan sekadar peninggalan masa lalu. Berdasarkan berbagai data global, medium ini tetap relevan, adaptif, dan memiliki posisi strategis dalam industri penyiaran modern.

