EKOBIZ Headline

Rupiah Melemah ke Rp17.064 Dipicu Ketegangan Global

Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS. (Doc. Antara)

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada perdagangan Selasa pagi. Mata uang Garuda tercatat turun sebesar 29 poin atau sekitar 0,17 persen ke posisi Rp17.064 per dolar AS, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.035 per dolar AS. Pelemahan ini mencerminkan sentimen pasar yang masih dipengaruhi faktor eksternal, khususnya dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai bahwa tekanan terhadap rupiah tidak lepas dari meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi ini membuat pelaku pasar cenderung mencari aset yang lebih aman seperti dolar AS.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS oleh kekhawatiran eskalasi perang Timteng (Timur tengah) setelah Trump (Presiden AS Donald Trump) kembali mengulangi bahwa AS akan mengebom pembangkit listrik dan jembatan Iran pada hari Selasa (7/4),” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Ancaman Militer Picu Kekhawatiran Pasar

Ketegangan meningkat setelah Presiden Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terhadap Teheran. Berdasarkan laporan Sputnik, Trump memperingatkan bahwa militer AS mampu menghancurkan Iran sepenuhnya hanya dalam waktu singkat, bahkan menyebut skenario tersebut bisa terjadi dalam “satu malam”.

Sebelumnya, pada akhir Maret, Trump juga mengancam akan menghancurkan berbagai infrastruktur vital Iran, termasuk pembangkit listrik, fasilitas minyak, Pulau Kharg, hingga pabrik desalinasi, apabila kesepakatan damai tidak tercapai dan jalur strategis Selat Hormuz tetap tertutup.

Ancaman tersebut kembali ditegaskan pada awal April, di mana AS disebut siap menjalankan operasi militer jika Iran tidak membuka kembali jalur perairan penting tersebut. Pernyataan ini memperkuat kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik terbuka yang lebih luas di kawasan.

Respons Iran dan Proyeksi Rupiah

Di sisi lain, Iran melalui laporan Anadolu Agency menunjukkan sikap tegas dengan menolak wacana gencatan senjata. Pemerintah Iran menilai jeda konflik justru berpotensi dimanfaatkan pihak lawan untuk memperkuat kekuatan sebelum melanjutkan serangan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa negaranya hanya akan mempertimbangkan gencatan senjata apabila terdapat jaminan kuat untuk mencegah konflik berulang. Selain itu, keputusan terkait keamanan nasional harus memastikan tidak ada lagi tindakan agresi di masa mendatang.

Di tengah kondisi tersebut, Lukman melihat level rupiah di kisaran Rp17 ribu masih tergolong stabil dan belum memberikan tekanan signifikan terhadap pasar keuangan domestik. Meski demikian, ia menekankan pentingnya peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar agar tidak bergerak terlalu liar.

“Dengan situasi dan perkembangan saat ini, saya melihat Rp17 ribu masih cukup ideal dan tidak akan berdampak besar pada pasar finansial. Namun, BI (Bank Indonesia) perlu terus menjaga volatilitas dan tidak membiarkan rupiah melemah terlalu jauh,” ungkap Lukman.

Berdasarkan kondisi global yang masih penuh ketidakpastian, nilai tukar rupiah diperkirakan akan bergerak dalam rentang Rp17.000 hingga Rp17.100 per dolar AS dalam waktu dekat.

Rizki Aminulloh

About Author

You may also like

Daerahku EKOBIZ

Kisah Si Radja Cendol di Sequis Talk

Jakarta, Teritorial.com –  Berawal dari sebuah gerobak cendol sederhana terbuat dari kayu, Danu Sofwan mengawali bisnisnya dengan berjualan cendol yang
Daerahku EKOBIZ

Lonjakan Harga Tinggi, Bitcoin Dilarang BI

 Jakarta,  Teritorial.com – Memasuki era dimana hampir semuanya dapat  didigitalisasikan, Bitcoin menjadi salah satunya fenomena yang sedang marak diperbincangkan, terkait