TERITORIAL.COM, JAKARTA – Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba, turun langsung menyapa kalangan pelajar dan tenaga pendidik dalam kegiatan “BPJS Kesehatan Menyapa” yang digelar di SMAN 8 Tebet, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses informasi sekaligus mempererat hubungan antara BPJS Kesehatan dan masyarakat, khususnya generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Abdi menegaskan bahwa kehadiran BPJS Kesehatan kini semakin mudah dijangkau oleh masyarakat karena layanan yang tersedia selama 24 jam penuh. “Kami menyambangi sekolah untuk menyampaikan dan melakukan pendekatan dalam sosialisasi program JKN kepada guru dan siswa, bahwa sekarang BPJS hadir 24 jam untuk menyapa seluruh warga negara Indonesia,” ujarnya.
Selain memberikan pemahaman mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan juga mengenalkan layanan berbasis digital, yaitu Pandawa (Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp), yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai kebutuhan administrasi secara praktis kapan saja. Tak hanya itu, peserta juga diperkenalkan pada program promotif dan preventif seperti Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) yang berfokus pada pengendalian penyakit jangka panjang.
Edukasi Sehat Sejak Dini dan Peran Pelajar
Abdi menyoroti pentingnya penanaman kesadaran hidup sehat sejak usia sekolah. Ia mengingatkan bahwa penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga bisa dicegah sejak dini melalui pola hidup sehat. “Kita sosialisasikan program promotif preventif kepada adik-adik pelajar agar memahami bahwa penyakit seperti diabetes dan hipertensi harus dicegah sejak awal,” jelasnya.
Program ini tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga mencakup guru, mahasiswa, hingga pemerintah daerah. Langkah ini dilakukan agar penyebaran informasi mengenai layanan kesehatan bisa menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
SMAN 8 Jakarta bahkan direncanakan menjadi proyek percontohan dalam pembentukan duta BPJS. Para siswa nantinya akan berperan sebagai kader JKN sekaligus agen perubahan yang aktif menyebarkan informasi tentang pentingnya menjaga kesehatan di lingkungan sekitarnya. “Kami akan menjadikan anak-anak muda sebagai duta BPJS, yang nanti menjadi kader JKN dan agen perubahan untuk mendorong kesadaran hidup sehat,” tambah Abdi.
Perluasan Program ke Seluruh Indonesia
Ke depan, program “BPJS Kesehatan Menyapa” akan diperluas ke seluruh Indonesia, mencakup 38 provinsi melalui 126 kantor cabang BPJS Kesehatan. Harapannya, kegiatan ini mampu memberikan dampak luas dalam membentuk kebiasaan hidup sehat di tengah masyarakat.
Untuk menarik minat generasi muda, BPJS Kesehatan juga berencana menggandeng figur publik sebagai duta kampanye kesehatan. Selain itu, kegiatan seperti “BPJS Goes to Campus” akan dikemas secara menarik, misalnya melalui event fun run yang melibatkan mahasiswa di berbagai daerah.
Acara sosialisasi ini turut dihadiri sejumlah pejabat BPJS Kesehatan, di antaranya Dewan Pengawas Lula Kamal, Deputi Direksi Arief Syaefudin, Yessi Kumalasari, serta Kepala Cabang Jakarta Selatan Ichwansyah Gani.

