TERITORIAL.COM, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) ambil bagian dalam Pawai Pembukaan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang digelar di kawasan Bundaran Besar, Palangka Raya, Minggu pagi (17/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah.
Festival Budaya Isen Mulang dan Kalteng Expo 2026 resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran. Ajang tahunan ini kembali menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah sekaligus memperkuat persatuan masyarakat di tengah keberagaman suku dan tradisi yang ada di Kalimantan Tengah.
Dalam pawai budaya tersebut, kontingen Kabupaten Kotawaringin Barat tampil membawa berbagai unsur budaya khas daerah. Busana adat, atraksi seni, hingga penampilan budaya tradisional ditampilkan sebagai bentuk promosi sekaligus pelestarian identitas budaya lokal.
Kehadiran kontingen Kobar juga menjadi bukti dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan seni dan budaya di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. Melalui partisipasi itu, Pemkab Kobar ingin memperlihatkan bahwa budaya daerah tetap memiliki tempat penting sebagai bagian dari identitas masyarakat.
Pemkab Kobar Tampilkan Budaya dan Kearifan Lokal
Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah hadir langsung mendampingi kontingen daerah bersama sejumlah kepala perangkat daerah. Turut hadir Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Alfan Khusnaini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Alamsyah, Kepala Dinas Pariwisata Rona Nirmala, serta Ketua KORMI Kobar Fitriana.
Keikutsertaan Kabupaten Kobar dalam FBIM 2026 disebut selaras dengan semangat menjadikan budaya sebagai perekat persatuan dan kerukunan masyarakat. Selain itu, kegiatan budaya seperti ini juga dianggap penting untuk memperkuat kesiapan daerah dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Pemerintah daerah berharap festival budaya tersebut dapat menjadi sarana memperkenalkan kekayaan tradisi Kotawaringin Barat kepada masyarakat yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional.
FBIM Jadi Momentum Pelestarian Budaya Daerah
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kobar, Alfan Khusnaini, menjelaskan bahwa sebelum mengikuti FBIM, pihaknya lebih dulu menggelar Festival Budaya Marunting Batu Aji Tahun 2026 di Lapangan Sampuraga. Kegiatan itu menjadi bagian dari proses seleksi sekaligus pembinaan kontingen budaya yang akan mewakili daerah.
“Sebelumnya Pemkab Kobar telah melaksanakan Festival Budaya Marunting Batu Aji Tahun 2026. Dari kegiatan tersebut, kami menyiapkan kontingen terbaik untuk mewakili Kotawaringin Barat pada Festival Budaya Isen Mulang Kalteng Tahun 2026 di Palangka Raya,” ujarnya.
Menurut Alfan, penyelenggaraan Festival Budaya Isen Mulang setiap tahun memiliki makna penting untuk menjaga eksistensi budaya lokal agar tidak tergerus perkembangan zaman dan modernisasi.
“Pesan yang ingin disampaikan melalui FBIM ini adalah ajakan kepada kita semua untuk memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga eksistensi, keberlangsungan seni budaya, serta kearifan lokal agar tidak tergerus oleh zaman,” tambahnya.
Festival Budaya Isen Mulang sendiri dikenal sebagai salah satu agenda budaya terbesar di Kalimantan Tengah. Berbagai kegiatan digelar dalam festival ini, mulai dari karnaval budaya, pertunjukan seni tradisional, permainan rakyat, olahraga tradisional, hingga pameran kuliner khas daerah.

