TERITORIAL.COM, JAKARTA – Rusia secara terbuka mengonfirmasi telah melancarkan serangan besar-besaran ke ibu kota Ukraina, Kyiv, menggunakan rudal hipersonik Oreshnik serta sejumlah misil canggih lainnya pada Minggu dini hari. Serangan tersebut disebut menjadi salah satu eskalasi paling serius dalam konflik Rusia-Ukraina dalam beberapa bulan terakhir dan memicu kerusakan luas di berbagai wilayah kota.
Kementerian Pertahanan Rusia menyebut operasi militer itu diarahkan untuk menghantam fasilitas militer strategis Ukraina. Dalam keterangannya, Moskow mengklaim target serangan meliputi pusat komando militer, pangkalan udara, hingga industri pertahanan Ukraina. Rusia juga menyatakan seluruh target berhasil dihantam sesuai rencana.
Selain rudal Oreshnik yang dikenal memiliki kemampuan membawa hulu ledak nuklir, Rusia disebut mengerahkan rudal balistik Iskander, rudal hipersonik Kinzhal dan Zircon, serta ratusan drone serang yang diluncurkan melalui jalur udara, laut, dan darat secara bersamaan.
Serangan itu terjadi tidak lama setelah Presiden Rusia Vladimir Putin meminta Kementerian Pertahanan menyiapkan respons atas serangan pesawat nirawak Ukraina di wilayah Luhansk yang sebelumnya menewaskan puluhan orang.
Kyiv Diguncang Ledakan, Korban Tewas dan Luka Bertambah
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menggambarkan serangan tersebut sebagai salah satu yang paling menghancurkan bagi Kyiv sejak perang berlangsung. Ia menyebut lebih dari 600 drone dan sekitar 90 rudal digunakan Rusia dalam operasi tersebut, termasuk puluhan rudal balistik.
“Sayangnya, tidak semua rudal balistik berhasil dicegat—jumlah serangan terbanyak terjadi di Kyiv. Kyiv adalah target utama serangan Rusia ini,” ujar Zelensky melalui akun X miliknya.
Dilansir dari The Guardian, Zelensky juga menyebut serangan tersebut menghantam fasilitas sipil seperti pasar, sekolah, jaringan air, dan bangunan tempat tinggal. Ia bahkan menyebut tindakan Rusia sebagai sesuatu yang “benar-benar gila”.
“Mereka benar-benar gila,” tulis Zelensky di Telegram.
Pemerintah Ukraina melaporkan sedikitnya empat orang tewas dan lebih dari 100 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan kerusakan terjadi hampir di seluruh distrik ibu kota, termasuk kebakaran di sekolah serta pusat bisnis yang menyebabkan sejumlah warga terjebak di tempat perlindungan.
Di sisi lain, Rusia membantah telah menargetkan infrastruktur sipil. Moskow menegaskan operasi hanya diarahkan pada fasilitas militer Ukraina dan seluruh sasaran yang ditetapkan telah berhasil dihancurkan.
Ketegangan Rusia-Ukraina Kembali Memanas
Serangan rudal besar-besaran ini kembali memperlihatkan meningkatnya ketegangan perang Rusia dan Ukraina yang hingga kini belum menunjukkan tanda mereda. Penggunaan rudal hipersonik Oreshnik juga menjadi sorotan karena ini merupakan ketiga kalinya senjata tersebut digunakan dalam perang.
Situasi di Kyiv setelah serangan disebut sangat mencekam. Sejumlah kawasan mengalami pemadaman listrik, kebakaran, dan kerusakan bangunan yang cukup parah. Pemerintah Ukraina kini terus melakukan evakuasi warga serta mempercepat penanganan korban di berbagai titik terdampak.
Sementara itu, komunitas internasional kembali mendesak agar konflik segera dihentikan demi mencegah jatuhnya lebih banyak korban sipil di kedua belah pihak.

