Sedikitnya delapan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh dari negara sahabat menyerahkan letter of credence mereka di Istana Kepresidenan Jakarta. Acara tersebut biasanya menjadi momen terbuka yang bisa diliput media, tetapi kali ini digelar tanpa kehadiran wartawan.
Acara Tertutup Jadi Sorotan
Keputusan untuk menutup prosesi ini menuai perhatian karena sebelumnya mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengkritik lamanya proses antrean calon duta besar yang belum memperoleh kesempatan menyerahkan kredensial. Ia menyoroti bahwa sedikitnya 17 diplomat telah menunggu berbulan-bulan sejak tiba di Indonesia.
Awalnya, siaran langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden dijadwalkan pada pukul 12.30 WIB, namun tautan tersebut dihapus sebelum acara dimulai. Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta, menegaskan bahwa keputusan untuk menutup acara hanya karena pertimbangan teknis.
“(Acara tertutup) itu biasa saja, tidak ada yang istimewa di situ,” kata Anis. Ia menambahkan bahwa para duta besar tetap mendapatkan kesempatan berdialog langsung dengan Presiden Prabowo. Presiden juga menyampaikan permohonan maaf kepada diplomat karena proses penyerahan surat kepercayaan baru bisa dilakukan saat ini.
Negara Peserta dan Latar Belakang
Delapan negara yang menyerahkan surat kepercayaan antara lain Filipina, Sri Lanka, Republik Ceko, Yunani, Korea Selatan, Palestina, Lebanon, dan Saint Lucia. Penyerahan terakhir sebelum ini terjadi pada 7 November 2025, ketika 12 duta besar dari Polandia, Irlandia, Kuwait, dan Spanyol hadir dalam acara terbuka.
Menteri Luar Negeri, Sugiono, memastikan bahwa diplomat yang masih menunggu giliran akan segera dijadwalkan. Ia menekankan bahwa keterlambatan proses administrasi tidak mengganggu hubungan bilateral antara Indonesia dan negara-negara terkait.
“Yang pasti, substansi dari kerja sama bilateral tetap berjalan,” ujar Sugiono. Komunikasi dengan para duta besar yang belum menyerahkan surat kepercayaan tetap berlangsung melalui berbagai jalur diplomatik.

