Dalam perjalanan tugasnya, Prabowo mengaku banyak menemukan kondisi masyarakat desa yang hidup dalam keterbatasan. Ia melihat langsung bagaimana sebagian warga menghadapi kesulitan ekonomi, bahkan harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Prabowo. Ia menyebut pernah menyaksikan masyarakat yang kehilangan nyawa akibat persoalan kelaparan. Peristiwa itu kemudian menjadi salah satu alasan yang mendorongnya mencari gagasan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.
“Dari situ, saya lihat kita harus menjaga, kita harus memelihara kemampuan kita di desa-desa. Indonesia merdeka, perang kemerdekaan kita, kekuatan kita, ada di desa-desa,” kata Prabowo, dikutip Senin (13/7/2026).
Menurut Prabowo, desa memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa. Karena itu, kemampuan ekonomi masyarakat desa dinilai perlu diperkuat agar warga memiliki kemandirian dan tidak terus berada dalam kondisi rentan.
Koperasi Jadi Solusi Akses Pembiayaan Masyarakat
Selain persoalan kemiskinan, Prabowo juga menyoroti masalah masyarakat kecil yang kesulitan mendapatkan akses pembiayaan dengan biaya ringan. Ia menilai banyak warga akhirnya memilih meminjam kepada pihak tidak resmi karena terbatasnya pilihan pinjaman yang mudah dijangkau.
Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat terjebak dalam utang dengan bunga tinggi atau praktik rentenir. Padahal, kebutuhan pinjaman sering kali digunakan untuk hal mendasar seperti memenuhi kebutuhan keluarga, membayar pendidikan, hingga biaya pengobatan.
Prabowo membandingkan kondisi tersebut dengan pelaku usaha besar yang memiliki akses lebih luas terhadap fasilitas perbankan, termasuk kemungkinan mendapatkan keringanan ketika mengalami masalah keuangan.
Karena itu, ia menilai keberadaan koperasi simpan pinjam di setiap desa menjadi salah satu langkah untuk membuka akses pembiayaan yang lebih adil bagi masyarakat.
“Tidak ada jalan. Rakyat kita harus bisa mendapat kesempatan pinjam uang dengan bunga yang murah. Jawabannya adalah harus ada koperasi simpan pinjam di setiap desa di seluruh Republik Indonesia,” ujarnya.
KDKMP Didorong Perkuat Ekonomi Desa
Prabowo menyebut pengalaman selama bertugas menjadi dasar pemerintah dalam menjalankan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program tersebut diharapkan tidak hanya membantu masyarakat memperoleh pembiayaan, tetapi juga memperkuat ekonomi kerakyatan dari tingkat paling bawah.
Selain fungsi simpan pinjam, koperasi ini juga dirancang menjadi jalur distribusi berbagai kebutuhan bersubsidi agar bantuan pemerintah dapat diterima masyarakat secara lebih tepat sasaran.
“Hampir semua barang-barang subsidi bisa kita salurkan melalui koperasi supaya tidak diselewengkan. Karena banyak barang subsidi diselewengkan tidak sampai ke rakyat,” kata Prabowo.
Ia menegaskan percepatan program tersebut dilakukan karena persoalan masyarakat membutuhkan langkah yang lebih cepat dan tidak dapat ditangani dengan pendekatan biasa.
“Itu latar belakang Koperasi Merah Putih. Kemudian kita mulai rapat, kita mulai susun, kita mulai merencanakan. Kita bisa laksanakan dengan cara-cara biasa, tapi rakyat yang susah tidak dalam keadaan biasa. Mereka memerlukan tindakan cepat dan tidak bisa kita lakukan dengan cara-cara biasa,” tutupnya.

