TERITORIAL.COM, JAKARTA —Memasuki hari kedua penyelenggaraan Indo Water 2026 Expo & Forum, PT Napindo Media Ashatama (Napindo) kembali menghadirkan berbagai forum strategis yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, asosiasi, serta mitra strategis.
Rangkaian pameran yang digelar bersamaan dengan Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, Indo Security, Indo Firex, serta Indonesia International Smart City 2026 Expo & Forum tersebut menjadi wadah kolaborasi untuk menghadirkan berbagai inovasi di sektor air dan air limbah, pengelolaan sampah dan daur ulang, energi terbarukan, kelistrikan, keamanan, proteksi kebakaran, hingga solusi kota cerdas.
Setelah sukses pada pembukaan hari pertama yang dihadiri ribuan pengunjung profesional dari dalam dan luar negeri, Indo Water 2026 mencatat area pameran seluas 20.000 meter persegi dengan partisipasi lebih dari 700 perusahaan dari 23 negara.
Pada hari kedua, kegiatan kembali diisi dengan berbagai agenda strategis, mulai dari business matchmaking, demonstrasi teknologi, hingga forum industri yang membahas penguatan kerja sama lintas sektor untuk mendukung pengelolaan sumber daya yang lebih berkelanjutan.
Sebagai salah satu pameran internasional industri air dan air limbah yang telah berlangsung selama 25 tahun di Indonesia, Indo Water 2026 juga mendapat dukungan dari lebih dari 30 kementerian, lembaga, asosiasi, akademisi, serta mitra strategis. Kolaborasi tersebut semakin memperkuat posisi Indo Water sebagai platform yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong penerapan teknologi dan solusi inovatif.
Waste to Energy Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah
Salah satu agenda utama pada hari kedua adalah Waste to Energy Forum bertajuk “Enhancing National Efforts Through Regional Governance & Yield Innovation”.
Forum tersebut secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Dr. Drs. Safrizal, Z.A., M.Si.
Dalam kegiatan yang berlangsung Rabu (12/8/2026) tersebut, Safrizal menyoroti pentingnya perubahan cara pandang dalam mengelola sampah. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak dapat lagi hanya berfokus pada pembuangan akhir di tempat pemrosesan akhir (TPA), melainkan harus dimulai sejak dari sumber melalui penerapan konsep reduce, reuse, dan recycle (3R).
Ia menjelaskan bahwa sampah memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali sebagai sumber daya, termasuk melalui teknologi pengolahan sampah menjadi energi.
“Sampah perlu dipandang sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali, termasuk sebagai sumber energi,” kata Safrizal, Rabu (12/8/2026).
Safrizal menambahkan, pemerintah daerah memiliki posisi penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif. Hal tersebut mencakup penyusunan kebijakan, penguatan kelembagaan, dukungan pembiayaan, penyediaan infrastruktur, hingga membuka peluang kerja sama dengan offtaker maupun pelaku usaha.
Menurutnya, pengembangan waste to energy membutuhkan kesiapan tata kelola serta sinergi berbagai pihak agar dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah.
ASEAN Recycling Summit Perkuat Ekonomi Sirkular
Selain membahas pengolahan sampah menjadi energi, Indo Water 2026 juga menghadirkan The ASEAN Recycling Summit 3.0 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI).
Forum tersebut membahas perkembangan industri daur ulang plastik, penerapan ekonomi sirkular, serta penguatan kerja sama regional untuk menciptakan sistem daur ulang yang lebih berkelanjutan dan memiliki daya saing.
Kegiatan itu dibuka oleh Mr. Kwok Fuk Seng, Ambassador of Singapore to the Republic of Indonesia, dan turut dihadiri Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Diaz Hendropriyono bersama sejumlah pemangku kepentingan dari pemerintah, industri, asosiasi, akademisi, serta mitra kawasan ASEAN.
Dalam kesempatan tersebut, Diaz menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan recycling rate di Indonesia. Menurutnya, forum ini menjadi ruang untuk memperkuat kerja sama, terutama dalam mendorong kebiasaan pemilahan sampah.
“Saya ingin menekankan kembali betapa pentingnya event ini karena recycling rate kita sebenarnya masih lumayan sedikit. Jadi kita di KLH siap berkolaborasi dengan ADUPI dan Napindo, apa yang perlu kita kerjasamakan supaya recycling rate kita bisa meningkat,” ujarnya.
Hal tersebut sejalan dengan target pemerintah agar seluruh sampah nasional dapat terkelola dengan baik pada 2029.
Sementara itu, Ketua Umum ADUPI Christine Halim menyampaikan bahwa persoalan sampah plastik dan ekonomi sirkular tidak hanya berkaitan dengan isu lingkungan. Menurutnya, sektor tersebut juga memiliki keterkaitan dengan pengembangan industri, inovasi teknologi, penciptaan lapangan kerja, pengurangan emisi, serta penguatan rantai pasok bahan baku yang berkelanjutan.
Beragam Agenda Lengkapi Rangkaian Pameran
Selain forum utama, berbagai kegiatan pendukung turut berlangsung selama hari kedua Indo Water 2026. Agenda tersebut mencakup business matching, demonstrasi teknologi, hingga presentasi berbagai solusi dari perusahaan peserta pameran.
Beberapa kegiatan yang digelar antara lain talkshow “Security Management System in High Risk Building” bersama Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI), serta berbagai sesi Spotlight Zone.
Di sektor proteksi kebakaran dan penyelamatan, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta kembali menghadirkan Live Demonstration melalui simulasi penanganan kebakaran pada bagian dalam kendaraan (interior vehicle fire).
Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup melanjutkan program Coaching Clinic, Indonesian Water Association (IdWA) kembali menghadirkan IdWA Training sebagai wadah konsultasi dan edukasi, serta puluhan sesi Technical Product Presentation.
Rangkaian Indo Water 2026 masih berlangsung hingga Kamis, 13 Agustus 2026 dengan menghadirkan Indonesia International Water Forum bersama Ikatan Alumni Teknik Lingkungan ITB (IATL-ITB), forum “Penerapan Perencanaan Proteksi Kebakaran Berbasis Kinerja pada Bangunan Gedung di Indonesia & Keselamatan Kebakaran Kendaraan Listrik” bersama Indonesian Fire and Rescue Foundation (IFRF), serta sesi Spotlight Zone “Driving Hydrogen Transition through Student Innovation” oleh Antasena Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Dalam agenda tersebut, ITS akan menampilkan Hydrogen Motorcycle yang menjadi peraih Juara 1 PLN Innovation & Competition in Electricity (PLN ICE) 2024.
Napindo juga mengumumkan bahwa Indo Water, Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, Indo Security, Indo Firex, Rescue & Disaster, serta Indonesia International Smart City 2027 Expo & Forum akan kembali diselenggarakan pada 24–26 Agustus 2027 di venue baru, Nusantara International Convention & Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, Indonesia.

