Dunia Headline

68 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Spanyol, Warga Demo Tuntut PM Mundur

Dua kereta cepat bertabrakan di dekat Urda, Spanyol, pada hari Rabu. Sebanyak 68 orang tewas. (dok: Screengrab video The Guardian)

Madrid, TERITORIAL.COM – Kecelakaan dua kereta cepat di dekat Urda, Provinsi Toledo, Spanyol, menewaskan sedikitnya 68 orang pada Rabu (28/10/2026). Tragedi tersebut memicu kemarahan publik hingga berujung demonstrasi di depan Kementerian Transportasi di Madrid. Sejumlah demonstran menuntut Perdana Menteri Pedro Sánchez dan Menteri Transportasi Óscar Puente bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut.

Aksi yang berlangsung pada Rabu malam itu diwarnai bentrokan antara demonstran dan polisi. Sejumlah peserta melemparkan suar serta benda lain ke arah petugas yang berjaga. Polisi kemudian mendorong massa mundur dan menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.

Reuters melaporkan, demonstrasi tersebut diikuti lebih dari seribu orang dan digelar oleh kelompok sayap kanan, termasuk Falange dan Revuelta. Massa menyuarakan kemarahan terhadap pemerintah serta mendesak pertanggungjawaban atas tragedi yang kembali mengguncang sistem perkeretaapian Spanyol.

Menurut laporan media Spanyol, juru bicara Falange, Federico Campanero, mempertanyakan berapa banyak lagi korban jiwa yang harus berjatuhan sebelum pemerintah dimintai pertanggungjawaban.

Sementara itu, kelompok sayap kanan Vox bersama serikat pekerja Solidaridad menggelar aksi terpisah di Plaza de Cibeles, Madrid. Para peserta mengheningkan cipta untuk para korban. Sebagian demonstran membawa spanduk bertuliskan “Korupsi Membunuh”. Aksi tersebut berlangsung tanpa bentrokan besar.

Kronologi Tabrakan Dua Kereta Cepat di Spanyol

Kecelakaan terjadi pada Rabu pagi ketika kereta cepat AVE yang dioperasikan perusahaan kereta nasional Renfe menabrak bagian belakang kereta Iryo yang sedang berhenti di jalur yang sama.

Kedua kereta tersebut melayani perjalanan dari Madrid menuju Sevilla. Berdasarkan laporan EL PAÍS, terdapat sekitar 544 penumpang di dalam kedua kereta, dengan 397 orang berada di kereta AVE dan 147 lainnya di kereta Iryo.

Benturan keras menyebabkan sejumlah gerbong keluar dari rel. Beberapa gerbong kereta Iryo terjun ke lereng di sekitar jalur, sementara sejumlah gerbong AVE juga mengalami anjlok.

Hingga laporan awal dirilis pada Rabu malam, sedikitnya 68 orang dinyatakan meninggal dunia. Puluhan lainnya mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Perdana Menteri Pedro Sánchez menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berjanji mengusut penyebab kecelakaan hingga tuntas. Pemerintah Spanyol juga menetapkan tiga hari berkabung nasional, mulai Kamis hingga Sabtu, 29–31 Oktober 2026.

Rekaman Komunikasi Petugas Jadi Sorotan

Penyelidikan awal kecelakaan mulai mengarah pada gangguan sistem keselamatan kereta dan keputusan petugas di pusat pengendali lalu lintas.

Menurut laporan RTVE dan Cadena SER yang mengakses rekaman komunikasi antara masinis dan pusat kendali Adif, gangguan pada sistem keselamatan LZB terjadi sebelum tabrakan. Gangguan tersebut membuat sejumlah kereta berhenti di sepanjang jalur yang terdampak.

Dalam rekaman itu, petugas pengendali dilaporkan mengizinkan masinis kereta AVE untuk kembali melaju dengan kecepatan normal setelah sistem mengalami gangguan. Padahal, prosedur yang diberitakan media Spanyol mengharuskan kereta berjalan dengan pengawasan visual atau marcha a la vista, dengan kecepatan maksimal 40 kilometer per jam dalam kondisi tersebut.

Masalahnya, kereta Iryo yang berada di depan AVE masih berhenti di jalur. Masinis Iryo juga dilaporkan telah menghubungi pusat kendali untuk menyampaikan bahwa keretanya belum dapat kembali berjalan.

Rekaman komunikasi yang dipublikasikan media Spanyol memunculkan pertanyaan mengenai koordinasi antara pusat kendali dan masinis, termasuk apakah informasi tentang kereta yang masih berhenti telah ditindaklanjuti dengan benar.

Menteri Transportasi Óscar Puente sebelumnya menyebut instruksi agar kereta kembali melaju dengan kecepatan normal sebagai keputusan yang keliru. Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan dan pihak yang bertanggung jawab masih harus ditentukan melalui penyelidikan resmi.

Pemerintah Spanyol berjanji akan menelusuri kemungkinan kelalaian manusia maupun kegagalan sistem keselamatan. Hasil pemeriksaan rekaman komunikasi, data perjalanan kereta, serta perangkat keselamatan diharapkan membantu penyidik merekonstruksi kejadian sebelum tabrakan.

Kecelakaan Kedua dalam Kurang dari 10 Bulan

Tragedi di Urda menambah daftar kecelakaan kereta fatal di Spanyol sepanjang 2026. Pada 18 Januari lalu, kecelakaan kereta di dekat Adamuz, Provinsi Córdoba, menewaskan 46 orang.

Kedua insiden tersebut sama-sama melibatkan kereta Renfe dan Iryo. Namun, Perdana Menteri Sánchez menyatakan bahwa penyebab kedua kecelakaan tampaknya tidak berkaitan.

Meski demikian, terulangnya kecelakaan besar dalam waktu kurang dari satu tahun kembali menimbulkan pertanyaan mengenai keselamatan perjalanan kereta cepat di negara tersebut.

Spanyol memiliki jaringan kereta cepat yang luas dan menjadi salah satu negara dengan sistem perkeretaapian berkecepatan tinggi terbesar di Eropa. Karena itu, kecelakaan di Urda menjadi pukulan besar bagi kepercayaan masyarakat terhadap keamanan transportasi kereta.

Pemimpin oposisi utama dari Partai Rakyat (PP), Alberto Núñez Feijóo, mendesak pemerintah melakukan penyelidikan menyeluruh serta audit independen terhadap jaringan perkeretaapian.

Menurut Feijóo, masyarakat berhak mengetahui kondisi infrastruktur, rel, dan sistem keselamatan yang digunakan dalam operasional kereta cepat.

Tekanan Politik terhadap Pemerintahan Pedro Sánchez

Kecelakaan tersebut juga terjadi ketika pemerintahan Sánchez menghadapi tekanan politik dan kritik publik atas sejumlah persoalan domestik, termasuk tingginya biaya perumahan serta kesulitan memperoleh dukungan di parlemen.

Desakan agar pemerintah bertanggung jawab atas tragedi perkeretaapian berpotensi menambah tekanan menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada 29 November 2026.

Meski demikian, tuntutan demonstran agar Sánchez dan Puente mengundurkan diri belum berarti keduanya terbukti bertanggung jawab secara hukum atas kecelakaan tersebut.

Penyelidikan masih diperlukan untuk memastikan rangkaian kejadian, mengidentifikasi kemungkinan kelalaian, serta menentukan apakah terdapat kelemahan dalam prosedur operasional dan sistem keselamatan.

Bagi keluarga korban, masyarakat, dan pengguna kereta, hal terpenting saat ini adalah memperoleh kejelasan mengenai penyebab tragedi serta memastikan langkah perbaikan dilakukan agar kecelakaan serupa tidak kembali terjadi.

Kayla Dikta Alifia

About Author

You may also like

Dunia

Menteri pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat kembali bertemu

Jakarta teritorial.com – Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, kembali bertemu dengan koleganya, Menteri Pertahanan Amerikat Serikat, James Mattis, di akhir acara
Dunia

Arab Saudi Gagalkan Serangan Rudal yang Targetkan Bandara

Jakarta territorial.com- Pasukan pertahanan Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan rudal yang diluncurkan dari wilayah konflik di Yaman, Sabtu (4/11/2017) malam