Jakarta, TERITORIAL.COM – Pemilihan warna pakaian ternyata bisa memengaruhi kesan penampilan seseorang. Ada warna yang membuat wajah terlihat lebih segar dan cerah, tetapi ada pula warna yang justru memberi kesan kusam.
Perbedaan tersebut bisa terlihat ketika seseorang mencoba beberapa warna pakaian secara bergantian. Meski kondisi kulit tidak berubah, warna yang berada di sekitar wajah dapat memengaruhi tampilan secara visual.
Untuk mengetahui warna yang paling sesuai, salah satu metode yang belakangan banyak diminati adalah color analysis atau analisis warna personal. Layanan ini membantu seseorang mengenali kelompok warna yang dinilai paling cocok dengan karakteristik penampilannya.
Melalui analisis tersebut, seseorang bisa mendapatkan gambaran mengenai warna pakaian yang dapat dijadikan pilihan untuk menunjang penampilan sehari-hari.
Mengenal color analysis dan manfaatnya
Color analysis merupakan proses untuk mengenali warna-warna yang dianggap paling sesuai dengan penampilan seseorang. Dalam praktiknya, analis biasanya membandingkan beberapa pilihan warna kain di dekat wajah untuk melihat perbedaan kesan yang dihasilkan.
Penilaian dapat mempertimbangkan sejumlah karakteristik warna, seperti rona (hue), tingkat kecerahan (value), dan intensitas atau kejenuhan warna (chroma).
Hasil analisis kemudian dapat digunakan sebagai panduan saat memilih pakaian, hijab, aksesori, hingga warna riasan. Dengan begitu, seseorang memiliki referensi warna yang bisa digunakan ketika memadukan outfit.
Meski demikian, hasil color analysis bukan aturan mutlak. Kecocokan warna tetap dapat dipengaruhi selera pribadi, pencahayaan, serta cara seseorang memadukan pakaian.
Warna pakaian bisa memengaruhi kesan wajah
Susanti, analis dari layanan color analysis, mengatakan bahwa pemilihan warna outfit dapat memberikan perbedaan pada tampilan wajah. Menurutnya, warna yang sesuai bisa membuat seseorang terlihat lebih cerah meskipun tidak menggunakan makeup.
“Kalau warnanya cocok, tanpa make-up pun kita bisa kelihatan cerah. Ada beberapa warna yang bikin penggunanya terlihat cerah dan bersemangat, ada juga yang bikin terlihat lebih kusam,” jelas Susanti.
Hal ini berkaitan dengan kesan visual yang muncul ketika warna pakaian berada dekat dengan wajah. Perbedaan warna dapat membuat tampilan wajah terlihat lebih segar atau justru kurang bercahaya.
Namun, bukan berarti warna pakaian benar-benar mengubah kondisi atau warna kulit. Pengaruhnya lebih pada bagaimana warna tersebut terlihat berdampingan dengan warna kulit ketika dipandang.
Karena itu, mencoba beberapa pilihan warna secara langsung dapat membantu seseorang melihat perbedaannya. Warna yang cocok juga tidak selalu harus mengikuti tren atau pilihan orang lain.
Color analysis hadir di acara #TanggalMerahUntukIbu
Layanan color analysis dapat ditemukan di booth Temani Pesonamu dalam acara #TanggalMerahUntukIbu yang diselenggarakan Frisian Flag di Trans Studio Mall Bandung pada 25–27 September 2026.
Selain analisis warna personal, booth tersebut juga menyediakan layanan hairdo dan hijabdo. Pengunjung dapat mencoba penataan rambut maupun hijab untuk mendapatkan inspirasi penampilan baru.
Kehadiran layanan ini menjadi salah satu aktivitas perawatan diri yang ditawarkan dalam acara tersebut. Kegiatan ini sekaligus memberikan kesempatan bagi para ibu untuk meluangkan waktu di tengah kesibukan sehari-hari.
Tidak hanya Temani Pesonamu, acara #TanggalMerahUntukIbu juga menghadirkan sejumlah booth lain. Kilau Jemari menyediakan layanan manicure dan pedicure express, sedangkan Temani Relaksasimu menawarkan pijat refleksi kaki.
Rangkaian aktivitas tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman relaksasi dan waktu pribadi bagi para ibu. Dengan begitu, pengunjung tidak hanya dapat menikmati hiburan bersama keluarga, tetapi juga mencoba berbagai kegiatan perawatan diri.

