Destinasi Wisata Religi yang Bisa Kamu Kunjungi di Indonesia

0

Jakarta, Teritorial.com – Indonesia merupakan sebuah negara yang dikaruniai dengan beragam lokasi wisata menakjubkan. Jenis wisata yang ada di Indonesia banyak sekali, mulai dari wisata alam, wisata edukasi, wisata sejarah, wisata budaya dan tak lupa adalah wisata religi.

Sama seperti umumnya wisata yang bermaksud untuk menghibur diri, wisata religi juga demikian. Bedanya, selain mengagumi keindahan bangunan atau sejarah tempat yang dituju, kamu bisa mendapat ketenangan jiwa dan kebahagiaan batin.

Indonesia negara dengan keberagaman agama yang kaya, sehingga banyak tempat wisata religi yang menarik untuk dikunjungi. Berikut beberapa wisata religi populer di Indonesia:

1. Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah

Candi Borobudur adalah situs warisan dunia UNESCO dan merupakan candi Buddha terbesar di dunia. Borobudur adalah tempat ibadah bagi umat Buddha, dengan relief yang menggambarkan ajaran Buddha dan perjalanan spiritual.

2. Masjid Istiqlal, Jakarta

Masjid Istiqlal adalah masjid terbesar di Asia Tenggara dan merupakan simbol kebanggaan umat Muslim di Indonesia. Terletak di pusat Jakarta, masjid ini juga dekat dengan Katedral Jakarta, yang mencerminkan toleransi antarumat beragama di Indonesia.

Masjid Istiqlal, masjid nasional yang berada di kota Jakarta Pusat, Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

3. Gereja Katedral

Sebagai salah satu gereja terbesar di Indonesia, Gereja Katedral menjadi salah satu objek wisata religi yang tidak boleh kamu lewatkan di Jakarta. Diarsiteki oleh Pastor Antonius Dinkins, Gereja Katedral memiliki desain berbeda dengan bangunan gereja di Indonesia saat ini. Dengan bangunan yang tinggi serta menara yang meruncing, Gereja Katedral menampilkan kesan penuh keagungan layaknya gereja Westminster Abbey di London. Gereja Katedral juga dilengkapi dengan banyak jendela. Jendela-jendela tersebut dihiasi dengan lukisan yang menjelaskan tentang peristiwa jalan salib yang pernah dialami oleh Yesus Kristus. Tepat di bawah lukisan tersebut, di bagian kanan dan kiri gereja terdapat bilik-bilik yang digunakan sebagai tempat untuk pengakuan dosa. Alhasil, gaya arsitektur bernuansa Neo-Gotik sukses membuat pengunjung seolah sedang berwisata di luar negeri.

Gereja Katedral Jakarta, atau bernama resmi Gereja Katedral Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga yang terletak di Jakarta Pusat.

4. Masjid Raya Sumatera Barat atau Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi

Jika kamu sedang berkunjung ke Padang, Sumatera Barat, cobalah untuk mengunjungi Masjid Raya Sumatera Barat yang saat ini telah berganti nama menjadi Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Masjid yang dibangun di atas lahan seluas 40.343 meter persegi ini, tidak seperti masjid pada umumnya yang berbentuk kubah. Masjid Raya Sumatera Barat, memiliki kubah bak rumah adat khas Minangkabau yaitu Rumah Gadang. Bagian atapnya memiliki empat sudut yang meruncing. Setiap sisi atapnya terlukis kaligrafi bernuansa emas yang memukau, megah dan menakjubkan. Jika dilihat lebih detail, atap ini tak hanya berbentuk Rumah Gadang saja. Namun juga membentuk kain yang ditarik di empat sudutnya.

Masjid Raya Sumatera Barat atau Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi berada di Jalan Chatib Sulaiman, Kota Padang, Sumatera Barat.

5. Pura Tanah Lot, Bali

Tanah Lot adalah salah satu pura yang paling terkenal di Bali, terletak di atas batu karang di tepi laut. Pura ini bukan hanya penting secara spiritual bagi umat Hindu Bali, tetapi juga merupakan destinasi wisata yang indah, terutama saat matahari terbenam.

Indonesia memiliki banyak tempat wisata religi yang mencerminkan keberagaman dan toleransi antarumat beragama. Setiap tempat memiliki nilai sejarah dan spiritual yang mendalam bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih jauh tentang budaya dan agama di Indonesia.

Pura Tanah Lot, Bali

6. Kelenteng Sam Poo Kong

Alternatif wisata lain yang bisa kamu kunjungi yang berada di Jawa Tengah adalah Kelenteng Sam Poo Kong. Bukan hanya tempat peribadatan, kelenteng ini juga menyimpan berbagai cerita sejarah yang mampu menambah wawasan pengunjung terkait kisah kasih toleransi penuh kasih sayang antar sesama umat beragama. Di dalam kelenteng itu, terdapat jejak-jejak pelayaran bangsa Tionghoa dalam mengarungi samudra. Salah satunya adalah patung Laksamana Cheng Ho (Zheng He) yang diyakini terbesar se-Asia Tenggara.

Berdasarkan jejak yang terekam dalam kelenteng itu, Cheng Ho merupakan seorang laksamana asal Tiongkok yang beragama Islam. Pada tahun 1416, dia terpaksa merapat di sebuah pelabuhan karena juru mudinya, Wang Jing Hong, menderita sakit keras. Oleh karena itulah, mereka harus menetap sementara di tempat itu. Nuansa merah kelenteng dengan lampion dan pepohonan hijau di sekitarnya sukses menjadikan tempat ini sebagai spot berburu foto instagrammable di kalangan wisatawan.

Kelenteng Sam Poo Kong

 

Share.

Comments are closed.