TERITORIAL.COM, JAKARTA – Perusahaan teknologi global Apple kembali memperluas investasinya di Indonesia dengan membuka pusat pendidikan pengembang aplikasi terbaru, yakni Apple Developer Academy di Jakarta. Akademi ini berlokasi di Autograph Tower dan menjadi fasilitas kelima yang dibangun Apple di Tanah Air.
Program pendidikan ini dijalankan melalui kerja sama dengan Universitas Ciputra. Kehadiran akademi baru tersebut merupakan bagian dari upaya Apple untuk mendukung perkembangan talenta digital serta mendorong inovasi teknologi di Indonesia.
Pada angkatan pertama, lebih dari 100 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti program pelatihan tersebut. Para peserta terdiri dari calon pengembang aplikasi maupun entrepreneur yang tertarik mengembangkan solusi digital berbasis teknologi.
Head of Apple Developer Academy Jakarta, Ryan Tjandra, menyampaikan bahwa pembukaan akademi ini diharapkan dapat memperluas kesempatan masyarakat Indonesia untuk mendapatkan pendidikan teknologi berkualitas.
“Saya sangat antusias dapat menyambut ratusan peserta asal Indonesia lainnya yang akan menemukan potensi mereka di Apple Developer Academy, membangun solusi digital untuk masalah nyata, dan menciptakan dampak luas bagi Indonesia maupun secara global,” kata Ryan dalam keterangan tertulis.
Program Pendidikan Teknologi untuk Developer Muda
Ryan menjelaskan bahwa akademi ini tidak hanya memberikan akses pembelajaran teknologi, tetapi juga bertujuan memperkuat ekosistem inovasi digital di Indonesia.
Mulai tahun depan, kapasitas akademi di Jakarta rencananya akan ditingkatkan sehingga mampu menampung lebih dari 200 peserta setiap tahun. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan industri teknologi yang terus berkembang dan membutuhkan sumber daya manusia dengan keterampilan digital yang kuat.
Para peserta yang mengikuti program berasal dari latar belakang yang cukup beragam. Mereka terdiri dari mahasiswa, lulusan baru, hingga profesional dengan rentang usia antara 18 hingga 40 tahun.
Menariknya, para peserta berasal dari 33 kota di seluruh Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa minat terhadap pengembangan teknologi dan aplikasi digital semakin luas di berbagai daerah.
Program pembelajaran di akademi ini berlangsung selama kurang lebih sepuluh bulan. Metode pembelajaran yang digunakan adalah challenge based learning atau pembelajaran berbasis tantangan, yang merupakan pendekatan khas yang diterapkan Apple dalam program akademinya.
Dalam program tersebut, peserta akan mempelajari berbagai keterampilan penting di bidang teknologi, seperti dasar pengkodean, desain aplikasi, kecerdasan buatan, serta manajemen proyek.
Lima Akademi Apple Kini Beroperasi di Indonesia
Dengan pembukaan akademi di Jakarta, saat ini terdapat lima Apple Developer Academy yang beroperasi di Indonesia. Seluruh akademi tersebut diperkirakan dapat mendukung lebih dari 700 peserta setiap tahun yang berasal dari 77 kota di 27 provinsi.
Program Apple Developer Academy pertama kali hadir di Indonesia pada 2018 di wilayah Tangerang. Setelah itu, Apple terus memperluas jangkauannya ke berbagai kota.
Pada 2019 akademi dibuka di Surabaya, kemudian disusul di Batam pada 2020. Ekspansi berikutnya dilakukan di Bali pada 2025 sebelum akhirnya hadir di Jakarta pada 2026.
Sejak pertama kali diluncurkan, program ini telah menghasilkan ribuan lulusan. Hingga Desember 2025, hampir 3.000 calon pengembang aplikasi telah menyelesaikan pelatihan tersebut.
Data menunjukkan sekitar 95 persen lulusan telah bekerja di berbagai sektor industri, termasuk pendidikan, teknologi finansial, transportasi, hingga bidang keberlanjutan.
Sebagian besar lulusan bahkan bekerja secara langsung di bidang pengembangan aplikasi, seperti programmer, desainer aplikasi, maupun manajer produk dan proyek.
Selain itu, alumni yang memilih jalur wirausaha juga telah meluncurkan lebih dari 250 aplikasi di App Store serta mendirikan hampir 100 perusahaan rintisan teknologi di Indonesia.

