TERITORIAL.COM, JAKARTA – Pemerintah Australia mengalokasikan dana awal sebesar A$3,9 miliar atau sekitar Rp46,4 triliun untuk melanjutkan pembangunan galangan kapal selam bertenaga nuklir. Investasi ini merupakan bagian dari komitmen Canberra dalam pakta pertahanan trilateral AUKUS bersama Amerika Serikat dan Inggris.
Kesepakatan AUKUS yang diumumkan pada 2021 menjadi proyek pertahanan terbesar dalam sejarah Australia. Melalui kerja sama tersebut, Australia akan memperoleh kapal selam kelas Virginia milik Amerika Serikat yang dijadwalkan mulai ditempatkan di wilayah Australia pada 2027.
Beberapa unit kapal selam Virginia rencananya akan dijual kepada Australia sekitar 2030. Selanjutnya, Inggris dan Australia akan mengembangkan generasi baru kapal selam nuklir dalam skema yang dikenal sebagai kelas AUKUS.
Total Biaya Diproyeksi Capai Rp357 Triliun
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebut dana yang dikucurkan itu sebagai tahap awal untuk membangun fasilitas galangan kapal baru di Osborne, kawasan pinggiran Adelaide, Australia Selatan. Ia menilai pembangunan infrastruktur tersebut krusial guna mendukung pengoperasian kapal selam nuklir Australia yang dipersenjatai secara konvensional.
Proyeksi pemerintah memperkirakan total kebutuhan anggaran proyek ini dapat mencapai A$30 miliar atau sekitar Rp357 triliun dalam beberapa dekade mendatang.
Lokasi Osborne nantinya akan menjadi pusat pembangunan armada kapal selam nuklir Australia. Perusahaan galangan kapal Australia ASC akan bekerja sama dengan BAE Systems dalam proses produksi tersebut. Untuk sementara, fasilitas itu masih difungsikan sebagai lokasi perawatan kapal selam kelas Collins milik Angkatan Laut Australia.
Premier Australia Selatan Peter Malinauskas menyatakan dana awal tersebut akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur pendukung sebelum produksi kapal dimulai pada akhir dekade ini. Ia menyebut investasi tersebut sebagai langkah awal dari proyek jangka panjang yang lebih besar.
Sementara itu, evaluasi Pentagon pada Desember lalu terhadap implementasi AUKUS mengidentifikasi sejumlah peluang untuk memperkuat kerja sama, termasuk memastikan Australia mampu mempercepat pembangunan kapasitas industri kapal selam nuklirnya.
Proyek AUKUS dipandang sebagai upaya strategis memperkuat keseimbangan kekuatan di kawasan Indo-Pasifik, sekaligus meningkatkan kemampuan pertahanan maritim Australia dalam jangka panjang.

