Dunia

Bencana Hidrometeorologi Melanda Turki hingga Arab Saudi

Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (NCM) memperingatkan badai petir dan hujan lebat yang diperkirakan berlanjut hingga Kamis, 11 Desember, di sejumlah wilayah Saudi. (Sumber: X/saudiweathergr)

TERITORIAL.COM, JAKARTA — Intensitas cuaca ekstrem secara nyata meningkatkan skala bencana hidrometeorologi di seluruh dunia, hingga mengakibatkan gelombang banjir besar dan tanah longsor di berbagai benua. 

Kejadian ini menimbulkan keprihatinan serius mengenai dampak perubahan iklim global, yang melumpuhkan kehidupan publik dan menciptakan kerusakan infrastruktur masif di banyak negara.

Setelah Indonesia dan kawasan ASEAN, dampak bencana hidrometeorologi serupa juga mengguncang Turki dan Arab Saudi. 

Hujan Deras Melumpuhkan Pusat Kota Turki

Di Turki, hujan lebat terjadi selama berhari-hari hingga jalan-jalan utama berubah menjadi aliran sungai deras yang membenamkan rumah, toko, ruang usaha, hingga menghentikan total aktivitas lalu lintas. 

“Curah hujan yang sangat tinggi membuat sistem drainase kewalahan. Air meluap cepat di berbagai titik,” ujar otoritas kota dalam pernyataan resmi, seperti dikutip media lokal, pada Rabu (10/12/2025).

Sementara itu, situasi darurat juga terjadi di kawasan resor Alanya, Antalya. Banjir menenggelamkan terowongan bawah tanah dan menjebak delapan orang di dalam kendaraan mereka. 

Melalui koordinasi yang sigap, tim penyelamat berhasil mengevakuasi seluruh korban dengan selamat tanpa insiden. 

Namun, upaya pemulihan masih menghadapi kendala karena ketinggian air yang belum menurun setelah dilakukan penyedotan.

Hal ini juga diperparah oleh infrastruktur yang rusak. “Lubang got ikut terendam badai, aliran air tersumbat,” jelas seorang petugas setempat.

Hujan Memicu Kerusakan Tanah dan Jalan di Arab Saudi

Sementara itu di Arab Saudi, hujan deras memicu tanah longsor di wilayah Tabuk. Dalam sebuah video yang beredar di internet, terlihat jalanan berlubang dan ambruk akibat banjir. 

Menanggapi hal tersebut,  pihak berwenang segera menutup jalan demi mencegah insiden lanjutan. “Longsor di Tabuk terjadi akibat ketidakstabilan tanah setelah hujan deras, dan tidak ada risiko longsor lainnya,” kata otoritas pertahanan sipil dalam keterangannya.

Konsekuensi dari Peningkatan Cuaca Ekstrem

Bencana yang terjadi secara simultan di berbagai penjuru dunia ini memberikan peringatan keras kepada komunitas global. 

Fenomena hidrometeorologi ini menegaskan bahwa frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem global terus meningkat akibat perubahan iklim.

Melalui bencana yang melanda Sumatera hingga gangguan di pusat ekonomi Turki, dan kerusakan jalan di Arab Saudi, kejadian ini menyampaikan pesan yang tak terbantahkan. 

Masyarakat internasional harus memperkuat upaya mitigasi dan adaptasi iklim sebagai respons terhadap peningkatan skala bencana hidrometeorologi. 

Saat ini, operasi tanggap darurat dan pemulihan di seluruh wilayah terdampak memprioritaskan penyelamatan korban, penyaluran bantuan esensial, serta perbaikan infrastruktur vital yang lumpuh akibat bencana.

kaylalayalia

About Author

You may also like

Dunia

Menteri pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat kembali bertemu

Jakarta teritorial.com – Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, kembali bertemu dengan koleganya, Menteri Pertahanan Amerikat Serikat, James Mattis, di akhir acara
Dunia

Arab Saudi Gagalkan Serangan Rudal yang Targetkan Bandara

Jakarta territorial.com- Pasukan pertahanan Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan rudal yang diluncurkan dari wilayah konflik di Yaman, Sabtu (4/11/2017) malam