TERITORIAL.COM,JAKARTA – Influencer sekaligus aktivis konservatif terkemuka, Charlie Kirk (31), dilaporkan tewas akibat insiden penembakan yang terjadi saat menjadi pembicara di kampus Universitas Utah Valley pada Rabu (10/09/2025).
Dalam unggahannya di platform Truth Social, mantan presiden AS Donald Trump menyampaikan kabar duka: “Charlie Kirk yang luar biasa, bahkan sangat melegenda, tealah meninggal dunia. Tak ada satu orang pun yang memahami ayau mempunyai hati pemuda Amerika Serikat lebih baik daripada Charlie.”
Charlie Kirk dikenal sebagai pendiri Turning Point USA, saat usianya baru menginjak 18 tahun, organisasi yang diperkenalkan sejak 2012, bertujuan menyebarluaskan nilai konservatif kepada kaum muda di kampus-kampus AS.
Detik-detik Penembakan
Menurut keterangan resmi Universitas Utah Valley, peristiwa mematikan itu terjadi saat Kirk baru saja memulai pidatonya. Tiba-tiba terdengar suara tembakan dari arah Losee Center, sebuah gedung yang berada sekitar 182 meter dari lokasi acara. Pihak kampus menyatakan ini adalah tembakan yang dilakukan dari jarak jauh.
Seorang saksi dari kampus, Scott Trotter, menyatakan, “Sebuah tembakan tunggal terdengar di halaman dekat kantin saat Kirk mulai berbicara. Kami bisa mengonfirmasi ia ditembak, namun belum tahu kondisinya saat itu.”
Menurut juru bicara universitas, Ellen Treanor, penembakan tersebut terjadi pada pukul 12.10. Kirk segera dievakuasi dan pelaku berhasil diamankan oleh petugas keamanan kampus .
Rekaman video yang telah diverifikasi menunjukkan saat tembakan dilepas, Kirk tersentak dan jatuh dari kursinya, sementara mahasiswa berteriak dan berhamburan. Lokasi kejadian tampak dikelilingi spanduk bertuliskan “KEMBALINYA AMERIKA” dan “BUKTIKAN SAYA SALAH”.
Mantan anggota Kongres Utah, Jason Chaffetz, yang ikut hadir, menceritakan bahwa insiden tersebut terjadi saat sesi tanya jawab. “Pertanyaan pertama tentang agama. Kirk berbicara selama 15–20 menit. Pertanyaan kedua, momennya ia sedang berbicara tentang pelaku transgender dan mengenai penembakan massal. Di tengah itu, terdengar suara tembakan,” ujar Chaffetz, masih tampak terguncang .
Chaffetz menambahkan, “Saya sedang memperhatikannya. Saya tidak melihat darah langsung, atau jelas melihat dia ditembak, tapi begitu suara tembakan keluar, dia tersungkur. Semua orang langsung lari, ada yang tiarap, ada yang berteriak.”
Berbagai tokoh publik dari spektrum politik luas mengecam keras serangan ini. Jaksa Agung AS, Pam Bondi, menyatakan bahwa FBI dan ATF sedang menuju lokasi. “Tolong doa untuk Charlie,” tulisnya.
Menteri Kesehatan Robert Kennedy menyampaikan: “Kami mencintaimu, Charlie Kirk. Doa kami menyertaimu.”
Gubernur California, Gavin Newsom, yang dikenal sebagai rival politik Trump turut menegaskan, “Peristiwa ini menjijikkan, keji, dan tidak bisa diterima. Di Amerika Serikat, kita harus menolak segala bentuk kekerasan politik.”
Warisan Politik Charlie Kirk
Kirk, yang lahir pada 1993, membangun Turning Point USA sejak umur 18 tahun usai kemenangan Barack Obama pada 2012. Organisasi ini bertujuan mengkampanyekan nilai-nilai konservatif seperti tanggung jawab fiskal, pasar bebas, dan pemerintahan terbatas di kalangan mahasiswa, dengan lebih dari 850 cabang di berbagai kampus.
Perannya dalam gerakan MAGA (Make America Great Again) tidak bisa dipandang remeh. Turning Point menjadi bagian sentral dalam kampanye mendongkrak kehadiran pemilih muda untuk Trump dan calon Partai Republik lain. Kirk dipercaya berperan penting dalam merebut negara bagian seperti Arizona untuk Trump. Ia juga sempat hadir dalam pelantikan Trump dan menjadi langganan tamu di Gedung Putih selama masa jabatannya.

