Dunia Headline

Gempa 7,5 Guncang Jepang, Peringatan Tsunami Buat Ribuan Warga Mengungsi

Rak buku dan dokumen yang berjatuhan saat gempa terlihat di biro Kyodo News di Hakodate, Hokkaido, Jepang, pada 8 Desember 2025, dalam foto yang diambil oleh Kyodo. (Kyodo/via REUTERS)

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Pada Senin malam, 8 Desember 2025, sekitar pukul 23.15 waktu Jepang (21.15 WIB), wilayah laut lepas pantai timur laut Jepang tepatnya di lepas pantai Prefektur Aomori, di perairan Samudra Pasifik, diguncang gempa besar dengan kekuatan 7,5 magnitudo, pada kedalaman sekitar 50 kilometer.

Guncangan terasa sangat kuat, terutama di kota-kota seperti Hachinohe. Menurut skala seismik Jepang, kekuatannya mencapai level ‘6 atas’, kategori yang menggambarkan guncangan sangat hebat, membuat orang sulit berdiri tegak dan menyebabkan banyak perabot rumah berjatuhan.

Tak lama setelah gempa, otoritas Jepang melalui Japan Meteorological Agency (JMA) mengeluarkan peringatan tsunami untuk pesisir Aomori, Hokkaido, dan Iwate. Awalnya tinggi gelombang diperkirakan bisa mencapai 3 meter.

Namun setelah pantauan awal, ketinggian tsunami yang benar-benar terjadi jauh lebih kecil dari perkiraan tersebut, gelombang tertinggi hanya mencapai sekitar 70 sentimeter, dengan demikian peringatan secara bertahap dicabut.

Menurut laporan AP, masyarakat di Hokkaido hingga Tohoku turut merasakan getaran kuat selama hampir setengah menit. Alarm peringatan di ponsel warga berbunyi bersamaan.

“Kami langsung menggendong kedua anak kami, putri berusia dua tahun dan putra berusia satu tahun. Gempa ini mengingatkan saya pada bencana 2011,” ujar Daiki Shimohata (33), pegawai negeri asal Hashikami, Aomori, saat diwawancarai AFP.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan dalam konferensi pers Selasa pagi bahwa setidaknya 30 orang mengalami luka-luka, termasuk satu korban luka berat di Hokkaido.

Reuters mencatat angka korban sempat dilaporkan mencapai 33 orang, namun pemerintah kemudian memastikan angka resmi berada pada kisaran 30.

Sejumlah kerusakan dilaporkan, mulai dari jalan retak, kaca bangunan pecah, hingga sebuah mobil yang terperosok ke lubang jalan.

Sebuah rumah di wilayah terdampak juga dilaporkan terbakar, menurut juru bicara pemerintah Jepang, Minoru Kihara.

Sementara itu, ribuan rumah sempat kehilangan pasokan listrik, di Prefektur Aomori, sekitar 2.700 rumah mengalami pemadaman listrik selama beberapa jam, menurut laporan Kyodo News

Namun, sebagian besar telah kembali normal keesokan harinya, dan tersisa kurang dari 40 rumah yang masih terdampak, berdasarkan keterangan perusahaan listrik Jepang.

Sebanyak 28.000 warga diperintahkan mengungsi sesaat setelah tsunami diperingatkan, otoritas memobilisasi evakuasi besar-besaran di wilayah pesisir.

Transportasi juga sempat terganggu. Layanan kereta api cepat (shinkansen) serta jalur kereta lokal dihentikan sementara untuk pemeriksaan keamanan jalur.

Sempat ada kekhawatiran terkait fasilitas nuklir di wilayah timur laut Jepang, namun dua fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, yakni PLTN Higashidori di Aomori dan Onagawa di Prefektur Miyagi, dilaporkan tidak mengalami gangguan.

Operator listrik Tohoku Electric Power menyatakan seluruh sistem dalam kondisi stabil.

Pada Selasa pagi (9/12), peringatan tsunami resmi dicabut oleh JMA setelah gelombang tercatat tak mencapai estimasi awal.

Namun, Perdana Menteri Sanae Takaichi meminta warga tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dalam beberapa hari ke depan.

Otoritas juga mengingatkan masyarakat agar menyiapkan perlengkapan darurat dan menata perabot rumah agar tidak mudah membuat cedera bila terjadi gempa kembali.

Kayla Dikta Alifia

About Author

You may also like

Dunia

Menteri pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat kembali bertemu

Jakarta teritorial.com – Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, kembali bertemu dengan koleganya, Menteri Pertahanan Amerikat Serikat, James Mattis, di akhir acara
Dunia

Arab Saudi Gagalkan Serangan Rudal yang Targetkan Bandara

Jakarta territorial.com- Pasukan pertahanan Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan rudal yang diluncurkan dari wilayah konflik di Yaman, Sabtu (4/11/2017) malam