Dunia Headline

Imam Masjid Al-Aqsa Ditahan Israel Jelang Ramadan 2026

Illustrasi: Imam Masjid Al-Aqsa Sheikh Mohammad Ali Al-Abbasi saat berada di Yerusalem Timur sebelum pelarangan masuk oleh otoritas Israel. (Doc. Pinterest)

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Situasi di Yerusalem Timur kembali memanas menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Pada Senin malam (16/2/2026), aparat kepolisian Israel menahan imam Masjid Al-Aqsa, Sheikh Mohammad Ali Al-Abbasi, di area halaman kompleks masjid.

Sejumlah media lokal Palestina melaporkan bahwa penahanan tersebut tidak hanya berujung pada pemeriksaan, tetapi juga diikuti larangan bagi sang imam untuk memasuki kawasan suci itu selama sepekan. Informasi ini turut dikutip oleh Middle East Monitor dan kantor berita Palestina, WAFA.

Penangkapan tersebut terjadi di tengah peningkatan kebijakan keamanan Israel di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa. Langkah-langkah itu mencakup pembatasan terhadap para imam, khatib, serta al-Murabitin—kelompok yang secara rutin menjaga dan beribadah di lokasi tersebut.

Larangan Masuk dan Pembatasan Akses

Dalam keterangan kepada AFP pada Selasa (17/2/2026), Abbasi mengungkapkan bahwa dirinya tidak menerima penjelasan resmi terkait alasan pelarangan tersebut.

“Saya dilarang masuk masjid selama seminggu, dan larangan itu dapat diperpanjang,” kata Abbasi kepada AFP, Selasa (17/2/2026).

Ia menyampaikan bahwa larangan tersebut sangat berdampak bagi dirinya maupun komunitas Muslim setempat, terutama karena Ramadan akan segera dimulai.

“Larangan ini masalah serius bagi kami karena jiwa kami terikat pada Al Aqsa. Al Aqsa adalah hidup kami,” ujarnya.

Abbasi sendiri baru kembali aktif bertugas sekitar satu bulan terakhir setelah menjalani perawatan panjang akibat kecelakaan mobil serius yang dialaminya setahun lalu.

Selain pelarangan terhadap tokoh agama, laporan WAFA juga menyebut adanya pembatasan tambahan bagi jamaah yang ingin memasuki kompleks. Polisi Israel bahkan disebut merekomendasikan penerbitan 10.000 izin bagi warga Palestina dari Tepi Barat untuk beribadah selama Ramadan. Namun, belum ada kejelasan apakah pembatasan usia akan diberlakukan.

Pemerintah Provinsi Yerusalem di Palestina menyatakan menerima informasi bahwa izin kemungkinan hanya diberikan kepada pria berusia di atas 55 tahun dan perempuan di atas 50 tahun, sebagaimana kebijakan tahun sebelumnya.

Ketegangan dan Status Yerusalem Timur

Masjid Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga dalam Islam setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Lokasinya berada di Yerusalem Timur, wilayah yang diduduki Israel sejak Perang Arab-Israel 1967 dan kemudian dianeksasi pada 1980—langkah yang tidak diakui oleh komunitas internasional.

Bagi umat Yahudi, kawasan tersebut dikenal sebagai Temple Mount dan diyakini sebagai lokasi berdirinya dua kuil kuno Yahudi. Berdasarkan pengaturan lama (status quo), umat Yahudi diizinkan mengunjungi kompleks itu, tetapi tidak diperkenankan melaksanakan doa di area tersebut.

Pihak Palestina menyuarakan kekhawatiran bahwa pengaturan tersebut perlahan mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Meningkatnya kunjungan kelompok ultranasionalis Yahudi dan sejumlah pejabat Israel ke kompleks itu menjadi sorotan tersendiri.

Kelompok Hamas mengecam penangkapan Abbasi sebagai bentuk campur tangan langsung terhadap pengelolaan situs suci. Mereka menyerukan intervensi negara-negara Arab dan lembaga internasional guna menjaga kebebasan beribadah serta mempertahankan status historis kawasan tersebut.

Di sisi lain, otoritas Israel menyatakan komitmen untuk menjaga status quo, meskipun kebijakan keamanan yang diterapkan terus menjadi sumber ketegangan menjelang Ramadan, periode ketika ratusan ribu warga Palestina biasanya memadati Masjid Al-Aqsa untuk beribadah.

Kayla Dikta Alifia

About Author

You may also like

Dunia

Menteri pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat kembali bertemu

Jakarta teritorial.com – Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, kembali bertemu dengan koleganya, Menteri Pertahanan Amerikat Serikat, James Mattis, di akhir acara
Dunia

Arab Saudi Gagalkan Serangan Rudal yang Targetkan Bandara

Jakarta territorial.com- Pasukan pertahanan Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan rudal yang diluncurkan dari wilayah konflik di Yaman, Sabtu (4/11/2017) malam