Dunia Headline

India-Rusia Perkuat Kemitraan Strategis dalam KTT New Delhi

Vladimir Putin dan Narendra Modi menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi SCO di Tianjin, Tiongkok, pada 1 September 2025. (Sumber: Getty Images)

TERITORIAL.COM, JAKARTA — Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan kunjungan resmi ke New Delhi untuk bertemu Perdana Menteri Narendra Modi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Tahunan India-Rusia ke-23 pada 4-5 Desember 2025.

Pertemuan ini merupakan perjalanan pertama Putin ke India sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada tahun 2022. 

India secara konsisten menolak untuk bergabung dengan sanksi Barat. Sebaliknya, New Delhi justru meningkatkan impor minyak mentah Rusia, menjadikannya mitra ekonomi yang sangat penting. 

KTT ini mengirimkan sinyal tegas bahwa India mempertahankan kebijakan “otonomi strategis” mereka dan tidak akan tunduk pada tekanan eksternal, termasuk dari Amerika Serikat, yang telah mengenakan tarif terhadap impor India.

Kerja Sama Pertahanan dan Logistik

Para pemimpin berfokus pada agenda utama mereka pada upaya memperdalam “Kemitraan Strategis Khusus dan Istimewa.” 

Sementara itu, di bidang pertahanan, mereka membahas pengadaan tambahan lima skuadron sistem pertahanan udara canggih S-400 Triumf. Selain itu, Rusia juga terus menawarkan jet tempur generasi kelima Su-57 kepada India.

Beberapa hari sebelum pertemuan puncak, Rusia meratifikasi perjanjian Reciprocal Exchange of Logistic Support (RELOS), pakta yang memungkinkan angkatan bersenjata kedua negara menggunakan pelabuhan dan fasilitas masing-masing untuk kegiatan operasional dan latihan.

KTT New Delhi Tegaskan Peran India dalam Kemitraan

Sementara itu, pada bidang ekonomi, India dan Rusia menaikkan target perdagangan bilateral mereka menjadi $100 miliar pada 2030.

Oleh karena itu, kedua negara mencari cara untuk mendiversifikasi perdagangan yang saat ini sangat didominasi oleh pembelian minyak India.

Untuk melindungi perdagangan dari risiko sanksi eksternal, mereka menguatkan sistem penyelesaian transaksi yang memakai mata uang nasional masing-masing. 

Selain itu, kerja sama energi nuklir juga disorot, di mana Rusia mengusulkan teknologi Reaktor Modular Kecil (SMR), melanjutkan dukungan mereka untuk proyek seperti Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Kudankulam.

Menyeimbangkan Kepentingan Nasional

Namun, kunjungan ini menciptakan dilema diplomatik bagi India, yang harus menyeimbangkan hubungan strategisnya dengan Rusia tanpa merusak kemitraan pentingnya dengan negara-negara Barat seperti Uni Eropa dan AS.

KTT ini menuntut India menunjukkan keahliannya dalam menyeimbangkan kepentingannya, memanfaatkan hubungan strategisnya dengan Rusia sambil memastikan tidak merusak kemitraan vitalnya dengan Barat.

Pada akhirnya, pertemuan Modi-Putin ini menegaskan kembali ikatan bersejarah. Ini memberi sinyal bahwa di tengah fragmentasi tatanan global, India dan Rusia bertekad mempertahankan hubungan mereka sebagai jangkar stabilitas strategis.

kaylalayalia

About Author

You may also like

Dunia

Menteri pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat kembali bertemu

Jakarta teritorial.com – Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, kembali bertemu dengan koleganya, Menteri Pertahanan Amerikat Serikat, James Mattis, di akhir acara
Dunia

Arab Saudi Gagalkan Serangan Rudal yang Targetkan Bandara

Jakarta territorial.com- Pasukan pertahanan Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan rudal yang diluncurkan dari wilayah konflik di Yaman, Sabtu (4/11/2017) malam