Dunia Headline

Trump Siapkan Armada Kawal Tanker ke Selat Hormuz

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Situasi keamanan di Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran global. Memanasnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran berdampak langsung terhadap stabilitas pasar energi dunia. Jalur pelayaran strategis Selat Hormuz kini menjadi titik perhatian utama setelah meningkatnya risiko gangguan terhadap distribusi minyak mentah.

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Angkatan Laut AS siap diterjunkan untuk mengawal kapal tanker yang melintasi kawasan tersebut. Pernyataan itu disampaikan melalui akun Truth Social miliknya di tengah kekhawatiran serangan lanjutan.

“Jika perlu, Angkatan Laut Amerika Serikat akan mulai mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz sesegera mungkin,” tulis Trump.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling krusial di dunia. Setiap potensi gangguan, bahkan dalam skala kecil, dapat memicu lonjakan harga energi sekaligus memengaruhi sentimen investor global.

Pasar Merespons, Harga Minyak Tetap Naik

Selain menyiapkan pengawalan militer, pemerintahan Trump juga memerintahkan penyediaan skema perlindungan asuransi bagi kapal komersial. Kebijakan ini sempat meredakan tekanan di bursa saham Amerika Serikat, meskipun harga minyak mentah tetap bergerak naik karena ketidakpastian yang belum mereda.

Di sisi lain, Trump memberikan pembelaan atas operasi militer gabungan bersama Israel terhadap Iran. Ia membantah tudingan bahwa pemerintah Israel memaksanya mengambil langkah ofensif. Menurutnya, tindakan tersebut justru bertujuan mencegah ancaman lebih dulu dari Teheran.

“Saya pikir mereka (Iran) akan menyerang terlebih dahulu. Dan saya tidak ingin itu terjadi,” ujar Trump saat menerima Kanselir Jerman Friedrich Merz di Gedung Putih. “Jadi, jika ada, saya mungkin telah memaksa Israel untuk bertindak.”

Pernyataan ini berbeda dengan penjelasan sebelumnya dari Menteri Luar Negeri Marco Rubio, yang menyebut langkah Washington diambil setelah mengetahui Israel akan melakukan serangan lebih dulu.

Klaim Melemahkan Militer Iran

Trump juga mengklaim bahwa kekuatan militer Iran telah mengalami kerusakan besar. Ia menyebut armada laut, kekuatan udara, hingga sistem radar Iran telah dilumpuhkan dalam operasi tersebut. Namun, ia tidak menjelaskan detail rencana politik setelah konflik, terutama terkait kepemimpinan Iran pasca tewasnya pemimpin tertinggi Ali Khamenei.

Menurut Trump, salah satu sasaran utama operasi ini adalah menghentikan ambisi nuklir Iran. Seorang pejabat senior AS bahkan menyatakan Teheran berada di ambang kemampuan memproduksi senjata nuklir dalam hitungan hari atau pekan.

Trump menilai peluang diplomasi sudah tertutup. Ia menegaskan sudah “terlambat” bagi Iran untuk kembali berunding, serta memastikan tidak ada komunikasi rahasia antara kedua negara sejak konflik memanas.

Eskalasi ini memperlihatkan betapa rapuhnya stabilitas energi global ketika jalur strategis seperti Selat Hormuz terancam. Ketegangan geopolitik kini bukan hanya isu kawasan, melainkan faktor yang memengaruhi ekonomi dunia secara luas.

Rizki Aminulloh

About Author

You may also like

Dunia

Menteri pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat kembali bertemu

Jakarta teritorial.com – Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, kembali bertemu dengan koleganya, Menteri Pertahanan Amerikat Serikat, James Mattis, di akhir acara
Dunia

Arab Saudi Gagalkan Serangan Rudal yang Targetkan Bandara

Jakarta territorial.com- Pasukan pertahanan Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan rudal yang diluncurkan dari wilayah konflik di Yaman, Sabtu (4/11/2017) malam