EKOBIZ

5 Strategi Jitu Memulai Bisnis Online di 2026, Bukan Sekadar Jual Barang!

5 Strategi Jitu Memulai Bisnis Online di 2026: Bukan Sekadar Jual Barang!

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Memasuki tahun 2026, lanskap e-commerce tidak lagi hanya soal transaksi, melainkan soal pengalaman (experience) dan kepercayaan (trust). Teknologi AI bukan lagi barang baru, melainkan standar dasar. Bagi pelaku usaha yang ingin melompat lebih tinggi, strategi konvensional harus mulai ditingkatkan.

Berikut adalah panduan strategis untuk membangun bisnis online yang relevan di tahun 2026:

1. Personalisasi Berbasis AI (Hyper-Personalization)

Di tahun 2026, pelanggan mengharapkan pengalaman yang sangat personal. Gunakan alat bantu AI untuk merekomendasikan produk berdasarkan perilaku unik tiap pelanggan. Bukan sekadar “Halo [Nama]”, tapi tawarkan solusi sebelum mereka menyadari membutuhkannya. Bisnis yang mampu menyajikan kurasi produk yang tepat sasaran akan memiliki tingkat konversi yang jauh lebih tinggi.

2. “Social Search” adalah Google Baru

Tren pencarian produk telah bergeser. Generasi muda tidak lagi mencari produk di mesin pencari konvensional, melainkan di media sosial seperti TikTok, Instagram, atau platform visual lainnya.

Tips: Optimalkan caption dan video kamu dengan kata kunci yang relevan (Social SEO) agar produk kamu muncul di baris terdepan saat calon pembeli melakukan pencarian di media sosial.

3. Mengedepankan Etika dan Keberlanjutan (Sustainability)

Konsumen tahun 2026 semakin kritis terhadap dampak lingkungan. Bisnis yang transparan mengenai rantai pasok dan menggunakan kemasan ramah lingkungan akan lebih mudah memenangkan hati pasar. Sertakan label “eco-friendly” atau ceritakan upaya sosial perusahaan kamu dalam branding untuk membangun nilai tambah yang emosional.

4. Dominasi Video Pendek dan “Shoppable Video”

Konten statis akan semakin tenggelam. Fokuslah pada pembuatan video pendek yang interaktif. Fitur di mana penonton bisa langsung mengklik produk di dalam video tanpa keluar dari aplikasi (Shoppable Video) akan menjadi jalur penjualan utama. Kuncinya adalah konten yang tidak terasa seperti iklan, melainkan konten edukasi atau hiburan yang kebetulan menjual solusi.

5. Membangun Komunitas, Bukan Sekadar Pengikut

Di tengah gempuran konten AI, keaslian (authenticity) menjadi barang mewah. Jangan hanya mengejar jumlah followers, tapi bangunlah komunitas yang aktif. Gunakan grup eksklusif, program loyalitas berbasis poin, atau diskusi interaktif untuk membuat pelanggan merasa menjadi bagian dari brand kamu. Pelanggan yang merasa memiliki brand kamu akan menjadi tim marketing terbaik secara sukarela.

Bisni di tahun 2026 memegang prinsip “Teknologi mungkin otomatis, namun koneksi manusia tetaplah manual. Bisnis online yang sukses di 2026 adalah mereka yang menggunakan AI untuk efisiensi, namun tetap menjaga ‘jiwa’ dan empati dalam melayani pelanggan.”

Perubahan Utama dari Versi Sebelumnya:

  • Fokus AI: Dari sekadar “alat bantu” menjadi “personalisasi mendalam”.
  • Pergeseran SEO: Menekankan pada Social Search menggantikan mesin pencari tradisional.
  • Nilai Brand: Menambahkan poin keberlanjutan (sustainability) yang diprediksi akan sangat dominan di 2026.

Jadi, bukan cuma fokus jual barang, tetapi strategi untuk membuat brand kamu terus eksis ya!

(*)

Dinda Tiara

About Author

You may also like

Daerahku EKOBIZ

Kisah Si Radja Cendol di Sequis Talk

Jakarta, Teritorial.com –  Berawal dari sebuah gerobak cendol sederhana terbuat dari kayu, Danu Sofwan mengawali bisnisnya dengan berjualan cendol yang
Daerahku EKOBIZ

Lonjakan Harga Tinggi, Bitcoin Dilarang BI

 Jakarta,  Teritorial.com – Memasuki era dimana hampir semuanya dapat  didigitalisasikan, Bitcoin menjadi salah satunya fenomena yang sedang marak diperbincangkan, terkait