EKOBIZ Headline

BI Jaga Rupiah dari Dampak Perang Global

Ilustrasi Pergerakan Rupiah di Tengah Tekanan Global. (Doc. CNN Indonesia)

TERITORIAL.COM, JAKARTABank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk tetap aktif menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, meskipun periode libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah berlangsung. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya ketidakpastian global yang dipicu oleh konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk antisipasi terhadap tekanan eksternal yang berpotensi memperlemah mata uang domestik. Ia menekankan bahwa meskipun aktivitas pasar keuangan dalam negeri berhenti sementara selama libur Lebaran, dinamika perdagangan rupiah di pasar internasional tetap berjalan dan dapat memberikan dampak signifikan terhadap kondisi ekonomi nasional.

“Sebagai langkah antisipasi terhadap gejolak pasar global yang meningkat akibat konflik Timur Tengah, Bank Indonesia memastikan akan menjaga stabilitas rupiah sepanjang libur Lebaran 2026,” ujar Destry dalam keterangan resmi, Kamis (19/3).

Tekanan Global Picu Pelemahan Rupiah

Situasi geopolitik yang memanas di Timur Tengah memberikan tekanan tambahan pada pasar keuangan global, termasuk nilai tukar mata uang di kawasan Asia. Rupiah pun tidak luput dari dampak tersebut. Pada perdagangan terbaru, nilai tukar rupiah tercatat berada di level Rp16.971 per dolar Amerika Serikat, melemah sekitar 34 poin atau 0,20 persen.

Angka tersebut menunjukkan tren pelemahan yang semakin mendekati ambang psikologis Rp17.000 per dolar AS. Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat fluktuasi nilai tukar dapat berdampak pada berbagai sektor ekonomi, mulai dari perdagangan hingga investasi.

Destry menegaskan bahwa BI akan terus memanfaatkan berbagai instrumen kebijakan moneter guna menjaga ketahanan ekonomi dari tekanan eksternal. Upaya tersebut mencakup intervensi di pasar, penguatan likuiditas, hingga penyesuaian kebijakan yang dianggap perlu untuk meredam volatilitas.

“Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal dari kemungkinan eskalasi perang Timur Tengah, termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian yg diperlukan guna tetap konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional,” ucapnya.

BI Pastikan Tetap Hadir di Pasar Global

Kehadiran BI di pasar selama libur Lebaran menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa pergerakan rupiah tetap terkendali. Hal ini penting karena transaksi mata uang di pasar global tidak mengenal hari libur nasional di Indonesia.

Dengan tetap beroperasinya aktivitas perdagangan internasional, risiko gejolak nilai tukar tetap tinggi. Oleh karena itu, intervensi dan pengawasan dari bank sentral dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan investor serta mencegah pelemahan rupiah yang lebih dalam.

BI juga terus berkoordinasi dengan pemerintah guna memastikan stabilitas makroekonomi tetap terjaga di tengah situasi global yang tidak menentu. Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya tahan ekonomi nasional sekaligus meminimalisir dampak negatif dari konflik internasional yang masih berlangsung.

Rizki Aminulloh

About Author

You may also like

Daerahku EKOBIZ

Kisah Si Radja Cendol di Sequis Talk

Jakarta, Teritorial.com –  Berawal dari sebuah gerobak cendol sederhana terbuat dari kayu, Danu Sofwan mengawali bisnisnya dengan berjualan cendol yang
Daerahku EKOBIZ

Lonjakan Harga Tinggi, Bitcoin Dilarang BI

 Jakarta,  Teritorial.com – Memasuki era dimana hampir semuanya dapat  didigitalisasikan, Bitcoin menjadi salah satunya fenomena yang sedang marak diperbincangkan, terkait