Jakarta, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Ekonom senior yang diakui secara global ini secara resmi diangkat menjadi anggota Dewan Direksi Bill & Melinda Gates Foundation (Yayasan Gates), menempatkannya dalam lingkaran tokoh-tokoh paling berpengaruh yang berjuang meningkatkan kesejahteraan global.
Penunjukan ini merupakan pengakuan tegas terhadap rekam jejak Sri Mulyani dalam kebijakan publik, tata kelola fiskal, dan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan. Kehadirannya diharapkan mampu membawa perspektif berharga dari negara berkembang untuk memperkuat misi filantropi Yayasan Gates yang berfokus pada kesehatan dan pengentasan kemiskinan dunia.
Pengakuan Global: Sri Mulyani Memperkuat Misi Yayasan Gates
Yayasan Gates, yang didirikan oleh miliarder teknologi Bill Gates dan Melinda French Gates, adalah salah satu organisasi filantropi terbesar di dunia yang memiliki tujuan utama mengurangi ketidaksetaraan global. Fokus yayasan ini mencakup inovasi dalam kesehatan masyarakat, pendidikan, serta pembangunan ekonomi di negara-negara berpenghasilan rendah.
Baca juga : Ekonomi Digital UMKM Dorong UMKM Naik Kelas di 2026, Ini Tantangan dan Peluang
Pengangkatan Sri Mulyani sebagai direksi menempatkannya sejajar dengan pemimpin global lainnya dalam menentukan arah strategis, investasi, dan pengelolaan tata kelola yayasan. Keahliannya dinilai sangat relevan mengingat tantangan global saat ini, mulai dari pemulihan pascapandemi hingga krisis perubahan iklim yang sangat memengaruhi negara-negara berkembang.
Pengalaman yang Menjadi Kunci Strategis
Dalam pernyataan resminya, Yayasan Gates menekankan bahwa pengalaman Sri Mulyani di kancah global menjadi aset vital. Ia bukan hanya dikenal sebagai Menteri Keuangan yang berhasil memimpin stabilitas fiskal di Indonesia, tetapi juga memiliki latar belakang internasional yang mendalam:
- Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia (2010–2016): Posisi ini memberikannya pemahaman komprehensif mengenai kompleksitas pembangunan ekonomi, pembiayaan infrastruktur, dan reformasi struktural di berbagai belahan dunia.
- Keahlian Fiskal dan Pembangunan Berkelanjutan: Kemampuannya dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan fiskal yang inklusif sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa dana filantropi Gates Foundation digunakan secara efisien dan mencapai populasi yang paling rentan.
Yayasan Gates berharap, pandangan Sri Mulyani yang didasarkan pada realitas negara-negara Asia Tenggara dan berkembang dapat menyempurnakan program-program yayasan, menjadikannya lebih adaptif terhadap kondisi lokal.
Kontribusi Indonesia di Panggung Filantropi Dunia
Kepercayaan yang diberikan oleh Bill & Melinda Gates Foundation ini bukan sekadar pengakuan pribadi bagi Sri Mulyani, tetapi juga menegaskan peran kepemimpinan Indonesia di forum-forum strategis dunia.
Dengan berada di Dewan Direksi, Sri Mulyani akan memiliki platform untuk:
- Mengarahkan Prioritas Pendanaan: Berpartisipasi aktif dalam memutuskan prioritas alokasi dana yayasan, termasuk pendanaan riset untuk penyakit menular, inisiatif pendidikan digital, dan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di kawasan Asia dan Afrika.
- Membawa Suara Negara Berkembang: Memastikan bahwa strategi Yayasan Gates tidak hanya berbasis pada sudut pandang Barat, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan unik dan tantangan implementasi kebijakan di negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah.
Penunjukan ini juga semakin memperkuat hubungan antara Pemerintah Indonesia dan Yayasan Gates, yang selama ini telah menjadi mitra strategis dalam upaya Indonesia meningkatkan kualitas kesehatan, seperti program imunisasi dan penanggulangan tuberkulosis.
Bergabungnya Sri Mulyani Indrawati dalam jajaran Direksi Bill & Melinda Gates Foundation menandai babak baru kolaborasi antara kekuatan kebijakan publik dan filantropi global. Keahliannya di bidang tata kelola dan pembangunan diharapkan mampu memberikan dorongan signifikan bagi upaya Yayasan Gates dalam mencapai ambisi besarnya untuk menciptakan dunia yang lebih sehat dan adil. Dunia menanti kontribusi strategisnya dalam merumuskan solusi inovatif untuk masalah-masalah paling mendesak di abad ke-21.

