TERITORIAL.COM, JAKARTA – Momentum Hari Raya Iduladha kembali membawa berkah bagi para pedagang hewan kurban di berbagai wilayah Jakarta. Di tengah kondisi ekonomi yang disebut masih menantang, minat masyarakat untuk membeli hewan kurban dinilai tetap tinggi dan relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya.
Salah satu pedagang sapi asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), M Said, mengaku penjualan tahun ini menjadi salah satu periode terbaik selama dirinya berdagang di Jakarta. Pedagang yang membuka lapak di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, tersebut mengatakan hampir seluruh sapi yang dibawanya berhasil terjual sebelum hari raya.
“Kalau untuk pemasaran, paling bagus tahun ini kalau kata saya. Dari total 65 ekor yang saya bawa dari Bima, sekarang sudah masuk di angka 85 ekor karena saya ambil lagi dari teman dan saudara. Sampai hari ini, sisa dua ekor saja,” kata Said saat ditemui di lapaknya, Sabtu (23/5/2026).
Said menjelaskan, sapi yang dijual memiliki variasi harga berdasarkan bobot dan kualitas. Harga paling rendah dipatok sekitar Rp14 juta untuk sapi berbobot 210 kilogram, sedangkan sapi berukuran besar dijual hingga Rp80 juta dengan bobot di atas 800 kilogram.
Distribusi Sapi dari Daerah ke Jakarta
Menurut Said, Jakarta masih menjadi pasar utama penjualan hewan kurban karena tingginya jumlah masyarakat yang berkurban setiap tahun. Ia bahkan menyebut satu lingkungan RT dapat membeli hingga beberapa ekor sapi sekaligus untuk kebutuhan ibadah Iduladha.
“Jakarta ini luar biasa, orang yang berkurban benar-benar banyak. Satu RT saja bisa 5 sampai 6 ekor sapi. Itulah kenapa saya tetap memilih Jakarta meskipun perjalanannya jauh,” tutur Said.
Untuk mendatangkan sapi dari Bima ke Jakarta, Said harus menempuh perjalanan selama lima hingga tujuh hari menggunakan jalur darat dan penyeberangan laut. Rute perjalanan dimulai dari Bima menuju Sumbawa, Mataram, Banyuwangi, hingga akhirnya tiba di Jakarta.
“Kendala paling di penyeberangan kapal saja, kalau kapalnya sedikit ya agak lambat. Tapi alhamdulillah semua lancar,” ujarnya.
Pedagang Optimistis Penjualan Tetap Stabil
Pedagang lain di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Madun, juga mengungkapkan kondisi penjualan hewan kurban tahun ini masih cukup baik meskipun harga beli dari peternak mengalami kenaikan.
Ia menyediakan sapi dengan kisaran harga Rp22 juta hingga Rp100 juta, serta puluhan kambing untuk kebutuhan kurban masyarakat. Hingga mendekati Hari Raya Iduladha, sebagian besar sapi yang disiapkan telah terjual.
“Alhamdulillah untuk sapi 99 persen sudah lumayan (terjual), tinggal nunggu diambil. Kambing memang masih sekitar 50 persen, tapi kami optimistis tetap laku semua karena banyak yang beli mepet di hari-H,” tuturnya.
Madun menilai tingginya permintaan hewan kurban dipengaruhi oleh kuatnya niat masyarakat untuk beribadah. Menurutnya, kondisi tersebut juga pernah terlihat saat masa pandemi COVID-19, ketika penjualan hewan kurban tetap berjalan stabil.

