Belakangan ini, peningkatan volume penumpang mulai terlihat di berbagai titik, seperti di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta. Seiring dengan tingginya permintaan, masyarakat diimbau untuk tidak abai dan lebih selektif dalam memilih armada bus agar perjalanan mudik tidak berujung tragedi.
Waspadai Bus Tak Layak Jalan di Tengah Lonjakan Penumpang
Peningkatan aktivitas di terminal menjelang Lebaran sering kali memicu munculnya bus-bus bantuan atau armada tambahan yang terkadang tidak melewati proses pengecekan seketat bus reguler. Banyaknya korban jatuh dalam kecelakaan bus di masa lalu menjadi alarm keras bagi setiap calon penumpang.
Baca juga : Lion Air Resmi Masuk IATA: Babak Baru Maskapai Terbesar Indonesia Menuju Panggung Global
Keselamatan bukan hanya tanggung jawab sopir atau perusahaan otobus (PO), melainkan juga kesadaran penumpang untuk berani mengecek dan menanyakan kelaikan armada yang akan mereka tumpangi. Jangan sampai keinginan untuk cepat sampai membuat kita menutup mata terhadap kondisi kendaraan yang memprihatinkan.
Langkah Penting Memastikan Keamanan Bus
Sebelum Anda memutuskan untuk menaiki bus dan menempuh perjalanan ratusan kilometer, ada beberapa aspek krusial yang wajib diperhatikan:
1. Cek Legalitas dan Izin Operasional
Pastikan bus yang Anda tumpangi memiliki izin resmi. Masyarakat kini dapat dengan mudah memeriksa legalitas kendaraan melalui aplikasi atau situs resmi Spionam (Sistem Informasi Perizinan Online Angkutan dan Multimoda) milik Kementerian Perhubungan. Masukkan nomor polisi kendaraan untuk mengetahui apakah masa berlaku uji kir dan izin trayeknya masih aktif.
2. Periksa Kondisi Fisik Kendaraan
Secara kasat mata, Anda bisa memperhatikan kondisi ban. Hindari bus yang menggunakan ban gundul atau ban vulkanisir yang sudah mengelupas. Selain itu, pastikan sistem pengereman, lampu utama, lampu sein, serta wiper berfungsi dengan baik, terutama untuk mengantisipasi cuaca hujan di perjalanan.
3. Fasilitas Keselamatan di Dalam Bus
Bus yang laik jalan wajib menyediakan fasilitas darurat yang lengkap. Pastikan tersedia alat pemecah kaca (palu darurat) di setiap sisi jendela, alat pemadam api ringan (APAR) yang masih berfungsi, serta pintu darurat yang tidak terhalang oleh barang bawaan penumpang.
4. Perhatikan Kondisi Pengemudi
Jangan ragu untuk memantau perilaku pengemudi. Jika pengemudi terlihat sangat lelah, mengantuk, atau mengemudi secara ugal-ugalan, segera tegur atau laporkan kepada petugas di pos pengamanan terdekat. Idealnya, bus jarak jauh harus memiliki dua pengemudi yang bergantian setiap empat jam sekali.
Pentingnya Memilih Agen dan Terminal Resmi
Sangat disarankan bagi pemudik untuk membeli tiket melalui agen resmi atau aplikasi terpercaya dan berangkat dari terminal resmi. Bus yang beroperasi di terminal resmi biasanya telah melewati proses ramp check atau inspeksi keselamatan oleh petugas Dinas Perhubungan sebelum diizinkan berangkat. Hindari naik bus dari “terminal bayangan” yang legalitas armada dan awak busnya sulit dipertanggungjawabkan.
Mudik adalah tradisi mulia untuk menyambung silaturahmi. Jangan biarkan momen berharga ini dirusak oleh kelalaian dalam memilih transportasi. Dengan menjadi penumpang yang kritis dan teliti terhadap kelaikan bus serta fasilitas keselamatannya, Anda telah berkontribusi besar dalam menjaga keselamatan diri sendiri dan penumpang lainnya. Ingat, keselamatan adalah harga mati agar kita bisa merayakan hari kemenangan dengan penuh sukacita di kampung halaman. Selamat mudik dan semoga selamat sampai tujuan!

