TERITORIAL.COM, JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengambil langkah progresif saat meresmikan Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) di Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (24/12).
Dalam pidatonya, ia secara tegas mendorong setiap kantor wilayah kementerian untuk mentransformasi asrama haji menjadi pusat pertumbuhan ekonomi daerah yang baru.
Awalnya, banyak pihak memandang asrama haji hanya sebagai tempat transit musiman bagi jemaah. Namun, Dahnil kini menginstruksikan jajarannya untuk menghidupkan ekosistem ekonomi di sana dengan merangkul pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurutnya, ketersediaan lahan yang luas di asrama haji merupakan modal utama untuk menciptakan pusat perdagangan yang produktif.
Roda Ekonomi Melalui Struktur Baru
Selain itu, kementerian telah memperkuat visi ini dengan membentuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Ekosistem Ekonomi.
Ditjen ini memegang kendali penuh untuk memastikan bahwa seluruh sarana dan prasarana haji memberikan dampak finansial yang konkret bagi masyarakat.
Oleh karena itu, kementerian tidak lagi hanya fokus pada urusan administratif, melainkan aktif membangun jejaring bisnis lokal.
Sebagai contoh nyata, Dahnil menunjuk Asrama Haji Provinsi Jambi yang memiliki lahan seluas 2,9 hektare. Meskipun selama ini hanya digunakan saat musim haji, ia meyakini kawasan tersebut bisa menjadi motor penggerak ekonomi warga sepanjang tahun.
Sebab, ribuan orang terus berdatangan dan menggunakan fasilitas tersebut secara rutin, sehingga menciptakan pasar yang potensial bagi produk-produk lokal.
Membangun Peradaban Lewat Sinergi
Lebih jauh lagi, Dahnil menekankan bahwa Kementerian Haji dan Umrah memikul tanggung jawab untuk membangun peradaban dan keadaban bangsa.
Ia percaya bahwa melibatkan masyarakat dalam ekosistem ekonomi merupakan cara terbaik untuk mewujudkan nilai-nilai tersebut.
Dengan demikian, ibadah haji tidak hanya menjadi simbol ritual, tetapi juga menjadi simbol kemandirian ekonomi rakyat.
Di sisi lain, Dahnil juga memuji langkah cepat Pemerintah Provinsi Jambi dalam mendukung kesejahteraan jemaah.
Secara khusus, ia mengapresiasi alokasi APBD sebesar Rp32 miliar yang dialokasikan pemerintah daerah untuk menanggung biaya penerbangan domestik jemaah.
Komitmen Kolaborasi Daerah
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jambi Al Haris berkomitmen penuh untuk mendukung program-program kementerian melalui skema kolaborasi.
Ia berjanji akan terus menyempurnakan fasilitas di asrama haji dengan bantuan anggaran daerah. Hasilnya, pelayanan kepada jemaah akan semakin meningkat dan meminimalisir keluhan masyarakat di masa depan.
Pada akhirnya, sinergi antara pusat dan daerah ini diharapkan mampu mengubah asrama haji dari sekadar gedung penginapan menjadi pusat ekonomi yang berdenyut kencang.
Melalui strategi ini, pemerintah optimistis dapat menciptakan kebahagiaan bagi jemaah sekaligus meningkatkan taraf hidup pelaku ekonomi di sekitar asrama.

