Saat New Normal, Sektor Perbankan Harus Miliki Standar SOP

0

JAKARTA, Teritorial.com – Pemerintah akan mulai menerapkan tatanan normal baru pada mulai 5 Juni ini. Sektor perbankan adalah salah satu yang dinilai paling siap menerapkan tatanan normal baru dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Ketua Bidang Pengkajian dan Pengembangan Perbanas, Aviliani, mengatakan, sektor perbankan sudah memiliki standar operasional prosedur (SOP) dalam menerapkan normal baru.

“Justru yang SOP-nya paling bagus dan paling siap itu perbankan, karena apa mereka sebelum new normal mulai tanggal 5 besok, hari ini semua bank-bank sudah punya SOP, ruangannya sudah dibatasi dengan akrilik, sehingga semua nasabah maupun karyawan sudah mentaati itu,” kata ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) ini dalam webinar MarkPlus Industry Roundtable, Selasa (2/6/2020).

Kendati siap menerapkan normal baru, kata Avi, perbankan harus berhati-hati dalam menyalurkan kredit baru. Pasalnya, pandemi Covid-19 telah menyebabkan debitur kehilangan pendapatan dan mengajukan restrukturisasi kredit, dengan demikian risiko bank mengalami kenaikan risiko kredit bermasalah (non performing loan/NPL) akan meningkat.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan hingga 18 Mei 2020, terdapat 95 bank yang telah melakukan restrukturisasi kredit kepada 4,9 juta debitur senilai Rp 458,8 triliun. Jumlah ini diperkirakan akan terus mengalami perubahan.

“Pertumbuhan kredit tidak akan terlalu tinggi dalam kondisi seperti saat ini walaupun pemerintah membantu dari sisi likuiditas, dari sisi pinjaman, tapi bank tetap berhati-hati melakukan pertumbuhan kredit karena bank masih melihat tahun ini belum akan tumbuh secara signifikan,” ungkapnya.

Ke depannya perilaku masyarakat dalam mengakses layanan perbankan akan cenderung mengurangi kunjungan secara fisik seperti datang ke kantor cabang.

Selain itu, layanan seperti customer service bank ke depan juga akan digantikan oleh sistem secara digital, bahkan beberapa bank sudah mengimplementasikan fitur chatbot. Hal ini menyebabkan proses bisnis di industri perbankan akan bergeser ke tren internet banking dan mobile banking.

Behavior channel akan sangat berubah sekali, ke depan jumlah cabang, EDC, ATM [akan berkurang]. Sekarang orang ke ATM sangat drop sekali, new normal ini akan mendorong ke arah sana [digitalisasi].

Share.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: