TERITORIAL.COM, JAKARTA – Siapa yang tidak kesal ketika bangun tidur dan menemukan “tamu tak diundang” muncul di dahi atau pipi? Jerawat atau acne vulgaris memang masalah kulit sejuta umat. Meski terlihat sepele, jerawat yang meradang bisa menurunkan rasa percaya diri dan meninggalkan bekas yang sulit hilang.
Namun, mengobati jerawat bukan hanya soal mengoleskan krim. Kamu perlu memahami akarnya. Mari kita bedah lebih dalam mengapa jerawat betah berlama-lama di kulit kamu dan bagaimana mengusirnya dengan tepat.
Secara biologis, jerawat terbentuk ketika pori-pori kulit tersumbat oleh campuran minyak (sebum) dan sel kulit mati. Kondisi ini diperparah oleh bakteri Cutibacterium acnes yang memicu peradangan.
Namun, ada beberapa faktor pemicu yang sering kali tidak kita sadari:
- Perubahan Hormon: Kenaikan hormon androgen saat pubertas atau siklus menstruasi meningkatkan produksi minyak.
- Diet Tinggi Glikemik: Terlalu banyak mengonsumsi gula dan produk susu (dairy) diketahui dapat memicu peradangan kulit.
- Stres Berlebih: Stres melepaskan hormon kortisol yang membuat kelenjar minyak bekerja lebih aktif.
- Kebersihan Barang Sekitar: Sarung bantal yang kotor, layar ponsel, hingga kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan kotor adalah sarang bakteri.
Langkah Praktis Mengatasi Jerawat (Tanpa Merusak Kulit)
- Jangan asal pencet! Memencet jerawat justru mendorong bakteri masuk lebih dalam dan memicu jaringan parut (bopeng). Berikut adalah langkah yang benar:
- Gunakan Sabun Muka yang Lembut Pilih pembersih wajah dengan pH seimbang. Hindari scrub kasar saat jerawat sedang meradang karena bisa menyebabkan iritasi parah.
- Cari Kandungan Skincare yang Tepat Gunakan produk yang mengandung bahan aktif berikut:
– Salicylic Acid (BHA): Membersihkan pori-pori tersumbat.
– Benzoyl Peroxide: Membunuh bakteri penyebab jerawat.
– Niacinamide: Meredakan kemerahan dan mengontrol minyak.
– Retinoid: Membantu regenerasi sel kulit (gunakan hanya pada malam hari).
Jangan Skip Pelembap
Banyak orang mengira kulit berjerawat tidak butuh pelembap. Padahal, kulit yang dehidrasi justru akan memproduksi lebih banyak minyak untuk kompensasi. Pilih pelembap berlabel non-comedogenic.
Tabir Surya (Sunscreen) adalah Wajib Sinar UV dapat membuat bekas jerawat menghitam (hiperpigmentasi). Gunakan sunscreen berbasis air agar tidak menyumbat pori.
Kapan Harus ke Dokter Spesialis Kulit?
Jika jerawat kamu termasuk kategori kistik (jerawat batu), sangat nyeri, atau tidak kunjung membaik setelah 3 bulan perawatan mandiri, inilah saatnya berkonsultasi dengan dokter kulit (Dermatologis). Penanganan medis seperti resep obat minum atau terapi laser mungkin diperlukan untuk mencegah kerusakan kulit permanen.
Cobalah untuk tidur minimal 7 jam sehari dan perbanyak minum air putih. Kulit yang sehat dimulai dari tubuh yang sehat!
Jerawat adalah kondisi medis yang wajar, bukan aib. Kuncinya adalah kesabaran dan konsistensi dalam perawatan. Mulailah dari langkah sederhana seperti menjaga kebersihan tangan dan memilih produk yang sesuai jenis kulit.
(*)

