Kadispenau Ajak Captain Vincent Kolaborasi Perkenalkan Dunia Kedirgantaraan

0

Jakarta, Teritorial.Com – Viral di sosial media Pilot sekaligus vloger Captain Vincent Raditya sempat diterpa kabar tidak sedap soal pencabutan ijin terbang atas dirinya pasca konten vloger beberapa waktu lalu bersama artis Master Limbad lainnya dimana dengan sengaja Captain Vincent memainkan kendali pesawat dalam melakukan manuver zero gravity.

Pro dan kontra membanjiri konten vloge yang diunggah di akun sosial media instragram milik pribadinya, bahkan belum lama ini beredar video pernyataan Captain Vincent soal permohonan maaf dirinya yang dengan sengaja memainan kendali pesawat guna melakukan manuver zero gravity sebagai bentuk tingkah jail atau prank kepada penumpang disampingnya yang terbeng dengan pesawat Cesna.

Dengan begitu nama Captain Vincent seolah mendadak terkenal terutama di dunia penerbangan, bahkan dalam kesempatan lain Captain Vincent dalam akun instagram pribadi baru saja mengunggah foto dirinya bersama dengan Kepada Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto Msi (Han) dan Kepala Subdinas Penerangan Umum (Kasubpenum) Kolonel (Sus) Muhammad Yuris, di Mabes TNI AU Kamis (30/5).

Pada pertemuan tersebut, Vincent ternyata diundang ke Mabes TNI AU. Di awal perbincangan, Kadispenau menuturkan mengenai permasalahan Vincent Raditya yang ramai menjadi perbincangan publik. Marsma Fajar menilai, video Vincent Raditya mengenai zero gravity itu lebih mempermasalahkan peraturan keamanan yang dilanggar. Sementara mengenai zero gravity itu, menurut Marsma TNI Fajar Adriyanto, belum ada peraturannya.

Sebenarnya zero juga dikenalkan kepada siswa di dunia penerbangan termasuk Pilot TNI AU, sehingga manta Pilot Jet Tempur F-16 tersebut mengatakan bahwa apa yang dilakukan Vincent tersebut tidak sepenuhnya berbahaya. “Saya lihat kemarin ada sedikit permasalahan tentang safety yang ada dilanggar sedangkan untuk penggunaan zero G, saya lihat belum ada peraturannya juga, ini mungkin peringatan,” Ujar Kadispenau.

Marsma TNI Fajar Adriyanto menuturkan, zero gravity itu sebenarnya seperti membuat orang yang didalam pesawat melayang karena tidak adanya daya tarik dari atas dan bawah sehingga tak membahayakan. “Yang membahayakan itu negative gravity atau positif gravity yang melebihi kemampuan,” ucap Marsma TNI Fajar Adriyanto.

Lanjut Marsma Fajar mengajak Vincent Raditya untuk berkolaborasi bersamanya untuk membuka akses seluas-seluasnya sebagai sarana edukasi kepada masyarakat tentang dunia Kedirgantaraan. Beliau yakin sebagai seorang influencer dengan subscriber youtube menyentuh angka 2,2 Juta, keberadaan Vincent akan mampu menarik perhatian dan minat masyarakat luas. “Kalau menurut saya jadi kita berkolaborasi untuk mengenal dunia kedirgantaraan. Nanti sesekali komentar di vlognya, hal seperti ini nantinya bisa membangun citra penerbangan. Ini merupakan potensi kerdigantaraan dan tugas kita membinanya,” jelas Marsma TNI Fajar Adriyanto.

Sebagai seorang praktisi di dunia Kedirgantaraan, Marsma Fajar mengatakan, pihaknya perlu meluruskan dengan aturan yang benar meski jika ada kesalahan harus diingatkan. Kendati demikian, Marsma TNI Fajar Adriyanto menilai kesalahan tersebut diingatkan untuk diperbaki bukan untuk menjatuhkan. “Memang kalau ada yang melanggar kita ingatkan tapi kesalahan itu diperbaiki bukan untuk dijatuhkan,” tegasnya.

Share.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: