Jakarta, Teritorial.Com – Mengingat diplomasi adalah salah satu dari tonggak penting tugas pokok TNI AL dalam menjaga keutuhan NKRI. Komandan Komando Latihan (Kolat) Koarmada I Kolonel Laut (P) Fauzi bersama USN Representative Shima secara resmi membuka Latihan Thunder Iron 18-2446 bertempat di Aula Kolat Koarmada I, Kodamar, Sunter Jakarta Utara, Senin (9/7/2018).
Latihan yang digelar antara Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL dengan US Navy Seal ditandai dengan pengalungan tanda peserta dan pemasangan pita kepada perwakilan peserta kedua negara. Komandan Kolat Koarmada I Fauzi menyampaikan bahwa sasaran Latihan Thunder Iron meliputi aspek perencanaan yaitu terciptanya kemampuan baik perorangan maupun tim untuk merencanakan sebuah operasi sampai dengan pelaksanaan.
Latgab bersama dengan AL AS merupakan kesempatan besar bagi TNI untuk terus meningkatkan kemampuan serta sebagai bentuk diplomasi Angkatan Laut untuk tetap mejaga hubungan baik dua negara. Adapun Aspek operasional yaitu terciptanya kemampuan baik perorangan dan tim untuk mengaplikasikan dan menerapkan semua materi latihan sehingga akan tercipta kesiapsiagaan operasional dalam menghadapi Peperangan Laut Khusus.
Kedua negara sepakat bahwal latgab kali ini terfokus pada Aspek taktik, teknik dan prosedur yaitu meningkatkan kemampuan baik perorangan, tim maupun satuan untuk menerapkan doktrin taktis dan teknis yang ada sesuai dengan prosedur yang berlaku di lingkungan TNI Angkatan Laut. Hal tersebut menjadi penting untuk dilakukan lantara dengan ini Indonesia dapat belajar dari AS soal protap mengenai standarisasi yang selama ini mereka gunakan dalam melakukan operasi khusus.
Adapun aspek psikologis yaitu terciptanya hubungan emosional yang harmonis, semangat kebersamaan dan kebanggaan sebagai satuan khusus yang berkualifikasi Peperangan Laut Khusus dari kedua negara. Hal tersebut mengingat bahwa jauh sebelumnya TNI AL memang memiliki kedekatan khusus dengan AL AS, kedua negara memiliki visi yang sama soal mewujudkan keamanan maritim.
Terakhir atau yang ketiga adalah soal Aspek Litbang yaitu mendapatkan data atau temuan-temuan baru guna penyempurnaan doktrin Peperangan Laut Khusus yang berguna untuk pengembangan kekuatan dihadapkan pada tugas di masa yang akan datang meliputi kesiapan personel, material dan software. Aspek tersebut lebih pada penekanan terhadap kemampuan personal anggota masing-masing dimana hal tersebut menjadi ajang transfer of knowledge.
“Adapun materi Latihan meliputi MIO/VBSS (Uncompliant), Combat Shooting (Complexity of Technique) Operasi Militer di Lingkungan Perkotaan, Closed Quarters Combat (CQC) atau Pertempuran jarak dekat, Ship Boarding Small Craft Operation (SCO) atau Operasi Sea Rider, UAV (Pemantauan jarak jauh), dan C2 Classes,” ujar Fauzi dalam siaran pers kepada teritorial.Com.
Kegiatan Latihan akan dilaksanakan mulai tanggal 9 sampai dengan 30 Juli 2018 di Kolat Koarmada I, Kemayoran, Lapangan Tembak Senayan Jakarta Pusat dan Perairan Teluk Jakarta di bawah komando dan kendali Pangkoarmada I selaku penanggung jawab latihan, Paban III/Lat Sops Mabes TNI Angkatan Laut selaku Supervisor latihan, Dansatkopaska Koarmada I selaku Koordinator pelaksanaan latihan. (SON)