Hankam

Peduli Sesama, Staf Komunikasi dan Elektronika TNI AL Bantu Rumah Makan Gratis

FOTO IST

JAKARTA, Teritorial.com – Dalam rangka mewujudkan kepedulian terhadap sesama dan orang-orang yang membutuhkan, jajaran Staf Komunikasi dan Elektronika Angkatan Laut (Skomlekal) memberikan bantuan kepada Rumah Makan Gratis di Jalan Raya Ciangsana Bojong Kulur, Gunung Putri Bogor, Jumat (05/02). Bantuan diserahkan Kepala Tata Urusan Dalam (Kataud) Skomlekal Letkol Laut (E) Harnes Fendry mewakili Asisten Komunikasi dan Elektronika Kepala Staf Angkatan Laut (Askomlekal Kasal) Laksda TNI Atok Dushanto, M.Soc.Sc.

Dana bantuan yang disumbangkan dan diterima langsung Ibu Meri selaku pengelola rumah makan tersebut merupakan hasil kotak amal mushola Skomlekal yang dikumpulkan setiap melaksanakan Sholat setiap harinya. Pada kesempatan ini, pengelola rumah makan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Keluarga Besar Skomlekal atas kepeduliannya dan berharap agar amal shodaqoh ini menjadi amal yang memberi berkah bagi seluruh personel di Skomlekal.

Kepedulian Prajurit TNI AL terhadap orang-orang yang membutuhkan sejalan dengan harapan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., agar keberadaan prajurit TNI AL dimanapun dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Rumah Makan Gratis yang berlokasi di Jalan Raya Ciangsana Bojong Kulur, Gunung Putri Bogor ini setiap harinya memberikan makan secara gratis kepada fakir miskin, serta masyarakat lainnya yang tidak memiliki uang untuk makan. Rumah makan ini buka selama 24 jam setiap harinya kecuali Sabtu dan Minggu.

Ridwan Pribadi

About Author

You may also like

Hankam

Kapolri Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Ilmu Kepolisian

Jakarta,Teritorial.com- Kapolri Jenderal Tito Karnavian dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Kepolisian Studi Strategis Kajian Kontra Terorisme di Sekolah Tinggi
Hankam

Menhan akan segera laporkan permintaan maaf AS kepada presiden

Jakarta territorial.com-Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu akan segera melaporkan permintaan maaf Menhan Amerika Serikat (AS), James Mattis, terkait insiden ditolaknya Panglima