AS Batalkan Sepihak Kontrak Pembelian F-35, Turki Siapkan Laternatif Su-57 Rusia atau J-31 China

0

Washington D.C, Teritorial.Com – Bersikeras akuisisi sistem pertahanan rudal canggih S-400 milik Rusia, Turki hadapi dilema baru pembatalan sepihak oleh Amerika Serikat (AS) atas rencana pembeliian jet tempur siluman F-35. Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan melalui surat telah memberi tahu rekan Turki-nya Hulusi Akar perihal keputusan AS yang akan mengekstraksi Turki—mitra utama dan pemasok tunggal lusinan suku cadang untuk jet tempur F-35—dari program tersebut.

Surat resmi yang dikeluarkan oleh Pentagon tersebut secara tegas telah menyatakan kepada pemerintah Turki harus menghentikan semua operasi yang terkait dengan program tersebut pada 31 Juli. Penghentian itu termasuk pelatihan pilot-pilotnya. Pilot Turki hanya akan diizinkan untuk tetap berada di AS hingga tanggal itu. Setelah melewati batas waktu, mereka akan dilarang memasuki Pangkalan Angkatan Udara Luke di Arizona dan Pangkalan Angkatan Udara Eglin di Florida, tempat pelatihan F-35 berlangsung. Saat ini, ada 42 kru Turki yang ditempatkan di salah satu pangkalan.

Mengonfirmasi laporan media sebelumnya, Shanahan menulis bahwa AS tidak akan menerima pilot baru dari Ankara. Turki tidak akan diundang ke meja bundar “F-35 CEO” tahunan pada 12 Juni dan tidak akan mendapatkan jadwal produksi, dukungan, dan pembaruan pengembangan lanjutan pada program tersebut. AS akan “menangguhkan pengiriman” materi dan peralatan tanpa batas waktu ke Turki dalam lingkup program tersebut.

Laporan didepaknya Turki dari program F-35 muncul setelah perusahaan pertahanan negara Rusia, Rostec, mengumumkan pada hari Jumat bahwa baterai sistem rudal S-400 pertama akan tiba di Turki dalam dua bulan. CEO Rostec Sergey Chemezov mengindikasikan bahwa Rusia telah menyelesaikan pelatihan spesialis militer Turki untuk mengoperasikan kompleks sistem pertahanan udara yang mutakhir tersebut.

Pembelian sistem pertahanan rudal buatan Rusia telah menggagalkan rencana Turki untuk membeli sekitar 100 unit jet F-35, di mana Washington mempertimbangkan keberadaan kompleks sistem rudal S-400 di Turki sebagai ancaman keamanan bagi jet tempur dan NATO secara keseluruhan. Dalam suratnya kepada pejabat Turki, Shanahan mengulangi ultimatum AS. “Turki tidak akan menerima F-35 jika membutuhkan pengiriman S-400,” bunyi surat bos Pentagon tersebut, yang dikutip Sabtu (8/6/2019).

Jet Tempur Alternatif Pengganti F-35

Menindaklanjuti hal tersebut, Birokrasi keamanan Turki telah memiliki rencana alternatif setelah Amerika Serikat (AS) menghentikan pengiriman pesawat jet siluman F-35 atas keputusan Ankara membeli sistem rudal S-400 Moskow. Ankara telah mempertimbangkan pesawat tempur siluman Su-57 Rusia atau J-31 China sebagai opsi pengganti. Alternatif yang sedang dipertimbangkan pemerintah Presiden Tayyip Erdogan pada hari Minggu (9/6).

Pada bulan April, Amerika Serikat membekukan program manufaktur F-35 bersama dengan Turki, yang memproduksi 6-7 persen suku cadang untuk jet tempur tersebut. Sedangkan Kongres AS telah merekomendasikan penghentian pengiriman 100 unit jet tempur F-35 yang dipesan Turki. Menurut laporan surat kabar Yeni Şafak, Ankara memprioritaskan S-400 dibandingkan jet tempur F-35 karena sistem rudal Moskow itu dipandang sebagai kebutuhan mendesak terkait ketegangan regional.

Laporan itu menambahkan, Turki akan mempertahankan kekuatan udaranya dengan meningkatkan pemeliharaan pesawat yang ada sembari meningkatkan upayanya untuk memproduksi jet tempur sendiri. “Duduk di meja bersama Rusia untuk pesawat militer adalah beberapa pilihan. Birokrasi keamanan juga mengeksplorasi J-31 China, bersama dengan Su-57 Rusia,” lanjut laporan tersebut. Opsi-opsi itu dianggap lebih hemat biaya dibandingkan membeli F-35.

Mehmet Barlas, kolumnis harian pro-pemerintah, Sabah, pada hari Minggu juga menyarankan Turki segera memesan jet tempur Rusia tanpa menunggu sanksi AS yang dapat dikenakan di bawah undang-undang bernama Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA). Menteri Luar Negeri Turki Mevlüt Çavuşoğlu mengatakan pada bulan April bahwa Turki dapat membeli pesawat terbang di tempat lain, ketika ditanya tentang kemungkinan pengusiran Ankara dari program F-35. “Ada Su-34 (Rusia), Su-57 dan lainnya. Saya benar-benar akan memenuhi kebutuhan saya dari suatu tempat sampai saya dapat memproduksinya sendiri,” kata Çavuşoğlu.

Share.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: