DK PBB Tolak Resolusi AS, Embargo Senjata Iran Berakhir Oktober 2020

0

Jakarta, Teritorial.Com – Iran akan bebas melakukan jual beli senjata pasca Amerika Serikat (AS) mengumumkan pihaknya gagal mendapatkan dukungan di Dewan Keamanan (DK) PBB untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyebut DK PBB gagal untuk menegakkan misi fundamentalnya dengan tidak mengadopsi tindakan sepihak AS yang akan melarang Iran untuk membeli atau menjual peralatan militer.

“Kegagalan Dewan Keamanan untuk bertindak secara tegas dalam mempertahankan perdamaian dan keamanan internasional tidak dapat dimaafkan,” ujar Pompeo, Jumat (14/8).

Keputusan tersebut juga dinilai akan berdampak pada kesepakatan nuklir iran. Dilansir dari AFP, AS semakin terisolasi atas Iran di DK PBB sejak Presiden Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada 2018.

DK PBB memilih untuk menolak resolusi AS untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran tanpa batas waktu. Embargo yang telah berlangsung selama 13 tahun itu akan berakhir pada Oktober mendatang di bawah ketentuan resolusi yang menaungi kesepakatan nuklir Iran

Dari 15 negara DK PBB, 11 negara abstain, dengan dua suara mendukung dan dua suara tidak. AS membutuhkan sembilan suara untuk menang, tetapi Rusia dan China – dua negara yang memberikan suara tidak – masing-masing memiliki hak veto dan akan mampu mengalahkan resolusi tersebut bahkan jika disahkan. Republik Dominika adalah satu-satunya negara yang memberikan suara mendukung AS.

Share.

Comments are closed.