Teritorial.com – Pemerintah Cina dilaporkan telah berhenti membeli pasokan minyaknya dari Iran setelah Pemerintah Amerika mengumumkan akan memberikan sanksi bagi negara – negara yang masih membeli minyak dari Iran hingga batas waktu 2 Mei 2019.
Sebelumnya Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Donald Trump memutuskan untuk tidak lagi memberikan keringanan terkait sanksi pada negara-negara yang mengimpor minyak dari Iran. Ia memberikan batas waktu sampai 2 Mei 2019.
Menurut juru bicara Gedung Putih, keputusan ini dimaksud untuk menghentikan ekspor minyak Iran yang menjadi sumber pendanaan rezim yang digunakan untuk mengacaukan Timur Tengah selama empat dekade terakhir.
Selama ini negara-negara seperti India, Cina, Korea Selatan, Jepang, dan Turki terus mengimpor minyak dari Iran dalam jumlah yang besar.
Namun menurut Rahim Zare, anggota komisi ekonomi parlemen Iran China, Yunani, India, Italia, Jepang, Korea Selatan, Taiwan dan Turki, yang sebelumnya diberikan keringanan, membeli dari Iran total 1,6 juta barel telah menghentikan pembelian.
Amerika Serikat mengatakan delapan negara telah sepakat untuk secara dramatis mengurangi impor minyak dari Iran.
Presiden AS memutuskan untuk mencoba memotong ekspor minyak Iran sampai ke titik nol. Ia juga telah meningkatkan kehadiran militer AS di kawasan Teluk untuk merespon yang Ia sebut sebagai ancaman dari Iran.
Presiden Iran, Hassan Rouhanin mengatakan Teheran tidak akan menyerah pada tekanan Amerika Serikat. Ia mengatakan tidak akan menyerahkan tujuan negaranya bahkan jika dibom.
“Kami harus melawan, jadi musuh kami tahu jika mereka membom tanah kami dan jika anak-anak kami martir, terluka atau tertangkap kami tidak akan menyerah dengan tujuan kami untuk kemerdekaan negara dan kebanggaan kami,” kata Rouhani, sebagaimana dikutip dari republika.co.id.