Beijing, Teritorial.Com – China menganggap berlayarnya kapal perang Inggris di laut China Selatan sekitar akhir bulan lalu merupakan bentuk “provokasi” karena telah memasuki wilayahnya tanpa izin. KpalChina mendesak Inggris untuk segera menghentikan tindakan “provokasi” tersebut untuk menghindari rusaknya hubungan bilateral, perdamaian, dan stabilitas regional yang lebih luas lagi.
China telah mengirimkan protes kepada Inggris melalui pernyataan Kementerian Luar Negeri China bahwa HMS Albion telah memasuki perairan China di sekitar Kepulauan Paracel pada 31 Agustus tanpa izin.
“Tindakan relevan kapal perang Inggris melanggar hukum internasional dan kedaulatan China. China sangat menentang ini dan telah mengajukan pernyataan keras terhadap Inggris untuk mengungkapkan ketidakpuasan yang kuat,” ujar Kemlu China seperti dikutip Reuters, Kamis (6/9).
Sementara itu, kepulauan Paracel merupakan kepulauan yang saat ini masih menjadi sengketa antara China, Taiwan, dan Vietnam. China sendiri mengklaim 90 persen wilayah Laut China Selatan sebagai wilayahnya, termasuk kepulauan Paracel.
Seorang sumber yang mengetahui insiden ini menyebutkan bahwa Albion, kapal perang amfibi seberat 22 ribu ton itu terlihat belayar di dekat Kepulauan Paracel dalam beberapa hari terakhir. Dikabarkan bahwa Albion tengah dalam perjalanan menuju Ho Chi Minh dan saat ini telah berlabuh di salah satu kota di Vietnam
Juru bicara Angkatan Laut Inggris mengatakan bahwa HMS Albion hanya menjalankan “haknya berlayar” di perairan itu sebagai bentuk kebebasan bernavigasi. Angkatan Laut Inggris menekankan pelayaran Albion di Laut China Selatan sesuai dengan hukum dan norma internasional.
China dikabarkan mengerahkan kapal fregat (salah satu jenis kapalperang) dan dua helikopter untuk mencegat kapal perang Inggris tersebut. Meski begitu, kedua pihak disebut berada dalam posisi tenang selama pertemuan tersebut.